{"id":2173,"date":"2019-05-26T06:03:23","date_gmt":"2019-05-25T23:03:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=2173"},"modified":"2019-05-26T06:03:23","modified_gmt":"2019-05-25T23:03:23","slug":"negara-meritokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi","title":{"rendered":"Negara Meritokrasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Negara yang tergolong sehat itu ketika elemen-elemen masyarakatnya mempertahankan hierarki-hierarki ekonomi sosial politiknya berdasarkan kompetensi dan keunggulan fungsionalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok ilmuwan menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi riset dan banyaknya karya yang bermanfaat. Kelompok petani menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi bertani dan manfaat produk pertanian yang dihasilkan. Begitu pula yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia tergolong negara yang tidak<span class=\"text_exposed_show\">\u00a0sehat, sebab semua hierarki sosial politiknya tunduk pada hierarki ekonomi. Jika punya uang, maka ijazah dan gelar akademik bisa dibeli. Jika punya uang, jabatan bisa dibeli. Jika punya uang, bisa bantu pesantren lalu diciumi tangan oleh para santri, bak kiai.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa negara ini tidak sehat? Karena mayoritas masyarakatnya masih terperangkap pada hierarki ekonomi. Bisa jadi kolonialisme yang panjang ditambah ajang pamer kekayaan dari pejabat yang korup maupun artis yang glamor membuat orang sebangsa hanya melihat hierarki ekonomi. Makin kaya, makin tinggi hierarkinya, makanya setiap orang berlomba untuk kaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika perlombaan untuk kaya menjadi pemandu gerak bersama, maka jangan heran jika aspek-aspek kehidupan yang lain hancur lebur. Yang paling brengsek adalah agama kemudian hanya dijadikan barang dagangan dan dikapitalisasi secara menggila tanpa batas. Pilpres 2019 ini hanya satu puncak gunung es dari kebrengsekan kita bersama ketika menjadikan hierarki ekonomi memandu gerak kita semua.<\/p>\n<p><em>Surakarta, 29 Maret 2019<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Negara yang tergolong sehat itu ketika elemen-elemen masyarakatnya mempertahankan hierarki-hierarki ekonomi sosial politiknya berdasarkan kompetensi dan keunggulan fungsionalnya. Kelompok ilmuwan menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi riset dan banyaknya karya yang bermanfaat. Kelompok petani menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi bertani dan manfaat produk pertanian yang dihasilkan. Begitu pula yang lainnya. Indonesia tergolong negara yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[85,1130],"class_list":["post-2173","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik-kenegaraan","tag-demokrasi","tag-meritokrasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Negara Meritokrasi - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Negara Meritokrasi - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Negara yang tergolong sehat itu ketika elemen-elemen masyarakatnya mempertahankan hierarki-hierarki ekonomi sosial politiknya berdasarkan kompetensi dan keunggulan fungsionalnya. Kelompok ilmuwan menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi riset dan banyaknya karya yang bermanfaat. Kelompok petani menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi bertani dan manfaat produk pertanian yang dihasilkan. Begitu pula yang lainnya. Indonesia tergolong negara yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-25T23:03:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Negara Meritokrasi\",\"datePublished\":\"2019-05-25T23:03:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi\"},\"wordCount\":201,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Demokrasi\",\"meritokrasi\"],\"articleSection\":[\"Politik &amp; Kenegaraan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi\",\"name\":\"Negara Meritokrasi - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-05-25T23:03:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2173\\\/negara-meritokrasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Negara Meritokrasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Negara Meritokrasi - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Negara Meritokrasi - YuliArdika.Com","og_description":"Negara yang tergolong sehat itu ketika elemen-elemen masyarakatnya mempertahankan hierarki-hierarki ekonomi sosial politiknya berdasarkan kompetensi dan keunggulan fungsionalnya. Kelompok ilmuwan menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi riset dan banyaknya karya yang bermanfaat. Kelompok petani menjaga hierarki sesama mereka berdasarkan kompetensi bertani dan manfaat produk pertanian yang dihasilkan. Begitu pula yang lainnya. Indonesia tergolong negara yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2019-05-25T23:03:23+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Negara Meritokrasi","datePublished":"2019-05-25T23:03:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi"},"wordCount":201,"commentCount":0,"keywords":["Demokrasi","meritokrasi"],"articleSection":["Politik &amp; Kenegaraan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi","name":"Negara Meritokrasi - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-05-25T23:03:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2173\/negara-meritokrasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Negara Meritokrasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2173"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2173"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2174,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2173\/revisions\/2174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}