{"id":2151,"date":"2019-05-26T05:34:34","date_gmt":"2019-05-25T22:34:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=2151"},"modified":"2019-05-26T05:34:34","modified_gmt":"2019-05-25T22:34:34","slug":"dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta","title":{"rendered":"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Saya memaklumi, pasti sangat berat membayangkan tatanan masyarakat sipil yang kuat yang tidak dikungkung kekuasaan. Sebab kita pernah hidup 32 tahun dalam era Orde Baru, kemudian 7-8 tahun dalam Demokrasi Terpimpin yang totaliter, dan sebelumnya berada dalam alam monarki yang sangat panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Era keterbukaan informasi dan kecepatan komunikasi sebenarnya bisa menjadi jalan kita mewujudkan supremasi sipil. Dan kalau bicara referensi dan sumber inspirasi, al Quran cukup lengkap\u00a0<span class=\"text_exposed_show\">memberi gambaran kisah dan metodologinya. Artinya, umat Islam di Indonesia sebenarnya punya kesempatan emas untuk membentuk supremasi sipil ini juga.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, kesempatan itu mungkin akan berlalu sia-sia. Wong kemudahan informasi dan kecepatan komunikasi justru melahirkan perang medsos. Perang medsosnya pun topiknya lebih pada urusan siapa dukung klub penguasa mana. Padahal nanti ujung-ujungnya yang berkuasalah yang akan jadi pemain utamanya. Mereka yang pegang kendali dan akan mengikuti jejak pendahulunya, walau mungkin beda cara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal jika kembali ke substansi demokrasi, di mana transformasi dari yang sebelumnya tersentralisasi pada sosok penguasa terdistribusi kepada rakyat sebagai demos, tentu apa yang berjalan di negeri kita masih belum apa-apa. Jadi gambaran masyarakat demokrasi yang ideal tentu saja bukan masyarakat yang dikendalikan oleh penguasa yang kuat. Justru menurut saya masyarakat demokrasi adalah masyarakat yang tidak demen urusan kekuasaan. Mereka membuat perjanjian setara dan saling mematuhinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan dukungan teknologi yang semakin canggih, tatanan masyarakat demokratis semacam itu seharusnya semakin mudah diwujudkan. Tapi ternyata, kita memang belum menghendaki terwujudnya tatanan masyarakat demokratis dalam arti yang sesungguhnya. Kita lebih suka memaksakan suatu kejadian yang sebenarnya mirip dengan main lotre, bahkan lebih banal, dengan sebutan demokrasi. Lebih konyol lagi, kita sebut pemilu sebagai pesta demokrasi. Siapa yang pesta?<\/p>\n<p><em>Surakarta, 15 Maret 2019<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya memaklumi, pasti sangat berat membayangkan tatanan masyarakat sipil yang kuat yang tidak dikungkung kekuasaan. Sebab kita pernah hidup 32 tahun dalam era Orde Baru, kemudian 7-8 tahun dalam Demokrasi Terpimpin yang totaliter, dan sebelumnya berada dalam alam monarki yang sangat panjang. Era keterbukaan informasi dan kecepatan komunikasi sebenarnya bisa menjadi jalan kita mewujudkan supremasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[85,1118],"class_list":["post-2151","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik-kenegaraan","tag-demokrasi","tag-pesta-demokrasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta? - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta? - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saya memaklumi, pasti sangat berat membayangkan tatanan masyarakat sipil yang kuat yang tidak dikungkung kekuasaan. Sebab kita pernah hidup 32 tahun dalam era Orde Baru, kemudian 7-8 tahun dalam Demokrasi Terpimpin yang totaliter, dan sebelumnya berada dalam alam monarki yang sangat panjang. Era keterbukaan informasi dan kecepatan komunikasi sebenarnya bisa menjadi jalan kita mewujudkan supremasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-25T22:34:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta?\",\"datePublished\":\"2019-05-25T22:34:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta\"},\"wordCount\":270,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Demokrasi\",\"pesta demokrasi\"],\"articleSection\":[\"Politik &amp; Kenegaraan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta\",\"name\":\"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta? - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-05-25T22:34:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/2151\\\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta? - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta? - YuliArdika.Com","og_description":"Saya memaklumi, pasti sangat berat membayangkan tatanan masyarakat sipil yang kuat yang tidak dikungkung kekuasaan. Sebab kita pernah hidup 32 tahun dalam era Orde Baru, kemudian 7-8 tahun dalam Demokrasi Terpimpin yang totaliter, dan sebelumnya berada dalam alam monarki yang sangat panjang. Era keterbukaan informasi dan kecepatan komunikasi sebenarnya bisa menjadi jalan kita mewujudkan supremasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2019-05-25T22:34:34+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta?","datePublished":"2019-05-25T22:34:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta"},"wordCount":270,"commentCount":0,"keywords":["Demokrasi","pesta demokrasi"],"articleSection":["Politik &amp; Kenegaraan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta","name":"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta? - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-05-25T22:34:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/2151\/dalam-demokrasi-siapa-yang-pesta#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dalam Demokrasi, Siapa yang Pesta?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2151"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2152,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151\/revisions\/2152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}