{"id":2081,"date":"2019-04-08T00:34:05","date_gmt":"2019-04-07T17:34:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=2081"},"modified":"2019-04-08T00:34:05","modified_gmt":"2019-04-07T17:34:05","slug":"kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa","title":{"rendered":"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sifat dasar dari tradisi kekuasaan itu transaksional. Makanya ada perjanjian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara alam ini bekerja tidak berdasarkan prinsip transaksional semacam itu. Alam ini bekerja dalam kepatuhan dan keseimbangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manusia, karena diberi akal pikiran, dia bisa memilih apakah mengalir bersama alam atau menciptakan hal aneh-aneh untuk diterapkan di tengah-tengah sistem alam yang sudah disetting default oleh penciptanya.<\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu manusia memilih jalan berbeda-beda. Ada yang hidup dengan mengikuti sistem alam ini. Mereka merasa menjadi bagian dari alam, sehingga hanya melakukan apa yang sekiranya sesuai dengan keharmonian alam. Mereka sangat santai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada pula yang merumuskan aneka warna sistem. Yang paling populer adalah kekuasaan. Mereka melakukan transaksi dengan sesama manusia. Terkadang mereka patuhi, tapi lebih banyak mereka ingkari. Lalu terjadi perang untuk memperebutkan kekuasaan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu di abad modern ini, manusia merasa bahwa apa yang ada ini miliknya sendiri. Kalau mereka bikin industri ya untuk kesenangan pikirannya sendiri. Tidak peduli limbahnya mengalir ke mana. Kalau mereka membangun kekuasaan, ya semata-mata untuk kepentingannya. Tidak peduli ada jutaan masyarakat miskin dan kelaparan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian muncul kelucuan yang lebih parah lagi. Di tengah alam yang berproses dalam kepatuhan, ternyata menyebabkan kehancuran pada manusia. Ada gempa bumi, lalu rumah-rumah manusia roboh, dan banyak manusia mati. Manusia lalu menyebutnya itu bencana. Padahal seandainya manusia itu tidak saling berperang, tapi sibuk memahami bumi, niscaya mereka bisa mengerti kapan bumi akan berguncang dan bagaimana seharusnya menempatkan diri agar tidak mati ketika bumi bergoncang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semakin hari, manusia semakin lucu. Dia merasa pintar dan bisa mengerti banyak hal. Padahal semakin itu dipamerkan, ternyata banyak menyalahi apa yang mereka klaim. Alam berproses dan terus menunjukkan bukti betapa manusia bertambah bodoh dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p><em>Surakarta, 5 Februari 2019<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sifat dasar dari tradisi kekuasaan itu transaksional. Makanya ada perjanjian. Sementara alam ini bekerja tidak berdasarkan prinsip transaksional semacam itu. Alam ini bekerja dalam kepatuhan dan keseimbangan. Manusia, karena diberi akal pikiran, dia bisa memilih apakah mengalir bersama alam atau menciptakan hal aneh-aneh untuk diterapkan di tengah-tengah sistem alam yang sudah disetting default oleh penciptanya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[197,238,1086],"class_list":["post-2081","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tafakur","tag-kekuasaan","tag-manusia","tag-transaksional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sifat dasar dari tradisi kekuasaan itu transaksional. Makanya ada perjanjian. Sementara alam ini bekerja tidak berdasarkan prinsip transaksional semacam itu. Alam ini bekerja dalam kepatuhan dan keseimbangan. Manusia, karena diberi akal pikiran, dia bisa memilih apakah mengalir bersama alam atau menciptakan hal aneh-aneh untuk diterapkan di tengah-tengah sistem alam yang sudah disetting default oleh penciptanya. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-07T17:34:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa\",\"datePublished\":\"2019-04-07T17:34:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa\"},\"wordCount\":276,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"kekuasaan\",\"Manusia\",\"transaksional\"],\"articleSection\":[\"Tafakur\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa\",\"name\":\"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-04-07T17:34:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/2081\\\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa - YuliArdika.Com","og_description":"Sifat dasar dari tradisi kekuasaan itu transaksional. Makanya ada perjanjian. Sementara alam ini bekerja tidak berdasarkan prinsip transaksional semacam itu. Alam ini bekerja dalam kepatuhan dan keseimbangan. Manusia, karena diberi akal pikiran, dia bisa memilih apakah mengalir bersama alam atau menciptakan hal aneh-aneh untuk diterapkan di tengah-tengah sistem alam yang sudah disetting default oleh penciptanya. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2019-04-07T17:34:05+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa","datePublished":"2019-04-07T17:34:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa"},"wordCount":276,"commentCount":0,"keywords":["kekuasaan","Manusia","transaksional"],"articleSection":["Tafakur"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa","name":"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-04-07T17:34:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/2081\/kebodohan-manusia-dari-masa-ke-masa#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebodohan Manusia Dari Masa ke Masa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2081"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2081"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2082,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2081\/revisions\/2082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}