{"id":1997,"date":"2019-03-30T18:17:36","date_gmt":"2019-03-30T11:17:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1997"},"modified":"2019-03-30T18:17:36","modified_gmt":"2019-03-30T11:17:36","slug":"beragama-tanpa-sains","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains","title":{"rendered":"Beragama Tanpa Sains"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Hujan dan angin sekarang mengerikan. Pasti peringatan Tuhan. Demikian kata sebagian kita. Kasihan Tuhan disalah-salahke.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia sudah menciptakan sistem yang luar biasa kompleks dan hebat. Kita tinggal mengikuti pola yang berjalan, malah bikin aktivitas aneh-aneh yang mempengaruhi iklim. Giliran hujan dan anginnya mengerikan sebagai akibat dari perubahan iklim, Tuhan yang dikambinghitamkan. Begitulah perilaku manusia bodoh, bikin gara-gara sendiri, lalu lem<span class=\"text_exposed_show\">parkan kesalahan pada pihak lain. Kayak para pendukung capres.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Di antara manfaat belajar agama dan sains secara beriringan, kita menjadi mengerti betapa Tuhan itu sangat sayang kepada makhluk-Nya. Dia sudah menghamparkan fasilitas kehidupan yang tidak terhitung lengkapnya. Pemamahan sains yang benar, akan membawa kita sampai pada kesadaran betapa Tuhan senantiasa menampilkan sisi dominannya sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang, bukan Maha Penyiksa seperti ujaran-ujaran para elit agama yang menjual ketakutan untuk kepentingan elitisme mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang yang belajar sains menjadi ateis bisa jadi hanya semacam jeda karena dia sedang onani sains berlebihan. Akan tiba waktunya bahwa sains tetap memiliki keterbatasan yang membuat orang akan sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan itulah yang berkuasa. Ia bukan imajinasi seperti tuduhan orang maniak sains, ia nyata adanya. Tapi toh tidak perlu diperdebatkan dan saling dipaksakan bagaimana orang harus percaya pada Tuhan, sebab Tuhan sendiri tidak memaksa manusia untuk memercayai-Nya. Hanya saja, amat keterlaluan kalau sampai nggak percaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara beragama kita hari ini sudah cukup akut. Kelamaan berkutat pada urusan formalisme ritual, sampai tidak menyelami hakikat-hakikat kasih sayang-Nya. Agama yang ditampilkan dalam diri Nabi Muhammad sebagai sosok rahmat bagi semesta, dicitrakan oleh generasi elit agama zaman sekarang (yang minta diaku sebagai ulama) sebagai ajaran penuh ancaman dan larangan. Padahal akan lebih baik kalau umat dilatih untuk cerdas pikirannya dan hidup hati nuraninya, sehingga ia bisa mengontrol tindakannya dan bisa menetapkan batasan dan larangan untuk diri masing-masing. Agama itu yang terpenting membentuk manusianya. Kalau manusianya terbentuk, dengan sendirinya peradaban akan membaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika cara beragama ala pagar batas semacam ini kita terus-teruskan, jangan salahkan jika banyak kaum agama yang berasa seperti narapidana. Ingat, sebagian narapidana itu ketika menjalani hukuman ada yang tidak taubat dan memperbaiki diri, tapi justru menambah keahlian kepada napi penjahat yang lebih hebat. Sehingga pada gilirannya nanti dia keluar dari penjara dan melakukan kekacauan yang lebih mengerikan dari pada seniornya.<\/p>\n<p><em>Surakarta, 16 Desember 2018<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hujan dan angin sekarang mengerikan. Pasti peringatan Tuhan. Demikian kata sebagian kita. Kasihan Tuhan disalah-salahke. Dia sudah menciptakan sistem yang luar biasa kompleks dan hebat. Kita tinggal mengikuti pola yang berjalan, malah bikin aktivitas aneh-aneh yang mempengaruhi iklim. Giliran hujan dan anginnya mengerikan sebagai akibat dari perubahan iklim, Tuhan yang dikambinghitamkan. Begitulah perilaku manusia bodoh,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[11],"tags":[1018,1049,360],"class_list":["post-1997","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tafakur","tag-azab","tag-narapidana","tag-sains"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Beragama Tanpa Sains - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Beragama Tanpa Sains - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hujan dan angin sekarang mengerikan. Pasti peringatan Tuhan. Demikian kata sebagian kita. Kasihan Tuhan disalah-salahke. Dia sudah menciptakan sistem yang luar biasa kompleks dan hebat. Kita tinggal mengikuti pola yang berjalan, malah bikin aktivitas aneh-aneh yang mempengaruhi iklim. Giliran hujan dan anginnya mengerikan sebagai akibat dari perubahan iklim, Tuhan yang dikambinghitamkan. Begitulah perilaku manusia bodoh,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-30T11:17:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Beragama Tanpa Sains\",\"datePublished\":\"2019-03-30T11:17:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains\"},\"wordCount\":369,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"azab\",\"narapidana\",\"Sains\"],\"articleSection\":[\"Tafakur\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains\",\"name\":\"Beragama Tanpa Sains - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-03-30T11:17:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1997\\\/beragama-tanpa-sains#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Beragama Tanpa Sains\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Beragama Tanpa Sains - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Beragama Tanpa Sains - YuliArdika.Com","og_description":"Hujan dan angin sekarang mengerikan. Pasti peringatan Tuhan. Demikian kata sebagian kita. Kasihan Tuhan disalah-salahke. Dia sudah menciptakan sistem yang luar biasa kompleks dan hebat. Kita tinggal mengikuti pola yang berjalan, malah bikin aktivitas aneh-aneh yang mempengaruhi iklim. Giliran hujan dan anginnya mengerikan sebagai akibat dari perubahan iklim, Tuhan yang dikambinghitamkan. Begitulah perilaku manusia bodoh,...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2019-03-30T11:17:36+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Beragama Tanpa Sains","datePublished":"2019-03-30T11:17:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains"},"wordCount":369,"commentCount":0,"keywords":["azab","narapidana","Sains"],"articleSection":["Tafakur"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains","name":"Beragama Tanpa Sains - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-03-30T11:17:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1997\/beragama-tanpa-sains#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Beragama Tanpa Sains"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7wBRl-wd","jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1998,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1997\/revisions\/1998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}