{"id":1958,"date":"2019-02-18T23:29:52","date_gmt":"2019-02-18T16:29:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1958"},"modified":"2019-02-18T23:29:52","modified_gmt":"2019-02-18T16:29:52","slug":"solusi-demokrasi-ala-dengkulku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku","title":{"rendered":"Solusi Demokrasi ala Dengkulku"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Wis to, nggak usah pemilu. Pak Kiai Ma&#8217;ruf dan Pak Prabowo jadi kepala negara dan wakilnya. Pak Jokowi dan Pak Sandi jadi kepala pemerintahan dan wakilnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau pun harus ada peran oposisi, itu biar rakyat saja. Semua parpol mending jadi satu saling membantu. Ekonom-ekonomnya kubu Prabowo bagus, dipakai dong. Bahkan di PDIP juga ada Pak Kwik Kian Gie yang sudah teruji di era Gus Dur. Kok pakainya Mbak Sri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangsa kita itu nggak cocok berdemokrasi ala Barat yang memakai pilih<span class=\"text_exposed_show\">-pilihan gitu. Rakyat kita itu mentalnya kerajaan, bawaan dari zaman dulu. Kalau ada saingan dalam perebutan kekuasaan, jatuhnhya kayak perang antar kerajaan. Jadi sudahlah mau ada parpol atau tidak terserah, tapi nggak usah saling rebutan to ya.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita punya putra-putra bangsa yang\u00a0<span id=\"u_fetchstream_26_1e\" class=\"_ezo\">hebat<\/span>, mengapa harus dipersaingkan dalam permainan politik kayak gitu. Padahal sila keempat Pancasila bicara tentang permusyawaratan, bukan tentang voting menang kalah. Mbok dirembug bersama, jangan beri ruang para cukong dan sponsor mengadu domba kita. Ga relevan deh rasanya, sila keempat Pancasila ditafsirkan dengan model pilih-pilihan langsung kayak sekarang ini untuk kultur bangsa yang masih mengkultuskan sosok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setidaknya empat orang yang lolos jadi kandidat itu lebih baik kerja bersama saja. Sebagai yang tertua, Kiai Ma&#8217;ruf bisa nyepuhi kursi kenegaraan. Pak Prabowo mendampinginya untuk urusan-urusan ketahanan nasional. Dalam hal eksekutif pemerintahan, Pak Jokowi tetap bisa melanjutkan dengan catatan ekonom-ekonomnya dirombak lah, jangan yang sekarang ini. Pak Sandi karena duitnya banyak, bisa dong membackup pak Jokowi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elit-elit yang saling berembug untuk mengelola kekuasaan bersama-sama saya kira kok akan lebih bisa menekan korupsi ketimbang para elit-elit bersaing dalam kampanye rebutan kursi kekuasaan. Tentu saja rembugan ini tidak mengundang para cukong kapitalis. Artinya para elit politik benar-benar rembugan sendiri tanpa harus ada istilah koalisi dan oposisi untuk saling berbagi kekuasaan. Silahkan mengambil bayaran kerja yang besar, asal jangan memberi ruang kepada para kapitalis sebebas-bebasnya di negeri ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, usulan saya ini akan mentah jika ternyata para politisi adalah petualang yang hanya ingin cari kejayaannya sendiri-sendiri. Kalau memang niatnya berpolitik untuk itu, maka usulan saya ini tidak ada gunanya.<\/p>\n<p><em>Surakarta, 25 November 2018<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wis to, nggak usah pemilu. Pak Kiai Ma&#8217;ruf dan Pak Prabowo jadi kepala negara dan wakilnya. Pak Jokowi dan Pak Sandi jadi kepala pemerintahan dan wakilnya. Kalau pun harus ada peran oposisi, itu biar rakyat saja. Semua parpol mending jadi satu saling membantu. Ekonom-ekonomnya kubu Prabowo bagus, dipakai dong. Bahkan di PDIP juga ada Pak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[1021,1017],"class_list":["post-1958","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik-kenegaraan","tag-demokrasi-pancasila","tag-pemilu-2019"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Solusi Demokrasi ala Dengkulku - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Solusi Demokrasi ala Dengkulku - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wis to, nggak usah pemilu. Pak Kiai Ma&#8217;ruf dan Pak Prabowo jadi kepala negara dan wakilnya. Pak Jokowi dan Pak Sandi jadi kepala pemerintahan dan wakilnya. Kalau pun harus ada peran oposisi, itu biar rakyat saja. Semua parpol mending jadi satu saling membantu. Ekonom-ekonomnya kubu Prabowo bagus, dipakai dong. Bahkan di PDIP juga ada Pak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-18T16:29:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Solusi Demokrasi ala Dengkulku\",\"datePublished\":\"2019-02-18T16:29:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku\"},\"wordCount\":341,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"demokrasi Pancasila\",\"Pemilu 2019\"],\"articleSection\":[\"Politik &amp; Kenegaraan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku\",\"name\":\"Solusi Demokrasi ala Dengkulku - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-02-18T16:29:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1958\\\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Solusi Demokrasi ala Dengkulku\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Solusi Demokrasi ala Dengkulku - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Solusi Demokrasi ala Dengkulku - YuliArdika.Com","og_description":"Wis to, nggak usah pemilu. Pak Kiai Ma&#8217;ruf dan Pak Prabowo jadi kepala negara dan wakilnya. Pak Jokowi dan Pak Sandi jadi kepala pemerintahan dan wakilnya. Kalau pun harus ada peran oposisi, itu biar rakyat saja. Semua parpol mending jadi satu saling membantu. Ekonom-ekonomnya kubu Prabowo bagus, dipakai dong. Bahkan di PDIP juga ada Pak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2019-02-18T16:29:52+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Solusi Demokrasi ala Dengkulku","datePublished":"2019-02-18T16:29:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku"},"wordCount":341,"commentCount":0,"keywords":["demokrasi Pancasila","Pemilu 2019"],"articleSection":["Politik &amp; Kenegaraan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku","name":"Solusi Demokrasi ala Dengkulku - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-02-18T16:29:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1958\/solusi-demokrasi-ala-dengkulku#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Solusi Demokrasi ala Dengkulku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1958"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1958"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1959,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1958\/revisions\/1959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}