{"id":1904,"date":"2018-12-31T19:49:37","date_gmt":"2018-12-31T12:49:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1904"},"modified":"2018-12-31T19:49:37","modified_gmt":"2018-12-31T12:49:37","slug":"ideologi-manut-isme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme","title":{"rendered":"Ideologi Manut-Isme"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sejak orde baru berdiri (atau malah sejak dibubarkannya Konstituante), tradisi musyawarah mulai terhapus sedikit demi sedikit. Kita dibiasakan dengan aturan hukum yang diberlakukan oleh penguasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal asumsi dasar dibuatnya aturan hukum adalah setiap orang tidak bisa dipercaya. Makanya ia diatur harus begini begitu dan diancam dengan hukuman jika melanggar. Barangsiapa &#8230; maka &#8230;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saking lamanya indoktrinasi semacam itu dilakukan, akhirnya bangsa kita tidak menghargai ni<span class=\"text_exposed_show\">lai kemanusiaan dan keadilan. Pokoknya apa-apa berdasarkan pasal-pasal hukum dalam undang-undang, sekalipun undang-undang itu mencederai keadilan.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Doktrin buruk semacam itu juga menjalar dalam cara kita beragama. Umat Islam menjadi begitu fikih minded terhadap apa pun. Banyak sekali kerugian yang dialami umat Islam akibat pergeseran paradigmanya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya dalam pengamalan zakat dan sedekah, karena zakat dianggap fardhu ain dan sedekah hanya sunnah, adanya fikih zakat justru menghilangkan jiwa filantropi umat Islam sendiri. Sebab apa-apa terlalu dihitung njlimet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi hartawan yang punya simpanan 100 M, dia punya pembenaran untuk hanya mengeluarkan 2,5 M saja untuk zakat. Bagi yang miskin dia punya alasan untuk tidak keluar harta karena belum mencapai nisab. Secara tidak sadar fikih zakat justru membuat kita &#8220;petung&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paradigma hukum yang berjalan di kehidupan kita saat ini tidak meletakkan manusia sebagai manusia yang punya nurani kebaikan, tetapi mencurigai manusia sebagai pelaku kejahatan. Sehingga isi aturan itu selalu disertai dengan ancaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanya tidak heran jika kemudian orang juga mabuk fikih. Orang menjadi sangat enteng bilang kafir, sesat, bid&#8217;ah, dll kepada orang lain. Padahal fungsi belajar fikih itu untuk mengeksekusi diri sendiri agar proses mujahadahnya berjalan dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fikih hanya bisa digunakan untuk mengeksekusi orang lain jika itu menyangkut kepentingan umum seperti keamanan dan ketertiban, jual beli, dan kepemimpinan. Itu pun selalu ditekankan untuk bermusyawarah, bukan dengan merumuskan pasal hukum untuk dipaksakan kepada kelompok lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi di negara kita yang madzhab hukumnya Kelsenian, di mana Kelsen sendiri adalah seorang sekuler yang tidak meletakkan agama sebagai sesuatu yang penting, maka fikih hanya pelengkap penderita saja. Ia jadi semacam wacana yang ragu-ragu diaplikasikan karena dihadapkan pada argumen bahwa NKRI bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekuler (katanya).<\/p>\n<p><em>Surakarta, 18 September 2018<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak orde baru berdiri (atau malah sejak dibubarkannya Konstituante), tradisi musyawarah mulai terhapus sedikit demi sedikit. Kita dibiasakan dengan aturan hukum yang diberlakukan oleh penguasa. Padahal asumsi dasar dibuatnya aturan hukum adalah setiap orang tidak bisa dipercaya. Makanya ia diatur harus begini begitu dan diancam dengan hukuman jika melanggar. Barangsiapa &#8230; maka &#8230;. Saking lamanya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_hide_featured_image":false,"_jetpack_featured_image_duplicate_dismissed":0,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[526,141,277,283],"class_list":["post-1904","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-petuah-pemikiran-guru","tag-fikih","tag-hukum","tag-negara-hukum","tag-nkri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ideologi Manut-Isme - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ideologi Manut-Isme - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejak orde baru berdiri (atau malah sejak dibubarkannya Konstituante), tradisi musyawarah mulai terhapus sedikit demi sedikit. Kita dibiasakan dengan aturan hukum yang diberlakukan oleh penguasa. Padahal asumsi dasar dibuatnya aturan hukum adalah setiap orang tidak bisa dipercaya. Makanya ia diatur harus begini begitu dan diancam dengan hukuman jika melanggar. Barangsiapa &#8230; maka &#8230;. Saking lamanya...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-31T12:49:37+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Ideologi Manut-Isme\",\"datePublished\":\"2018-12-31T12:49:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme\"},\"wordCount\":338,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"fikih\",\"hukum\",\"Negara Hukum\",\"NKRI\"],\"articleSection\":[\"Petuah &amp; Pemikiran Guru\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme\",\"name\":\"Ideologi Manut-Isme - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-12-31T12:49:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1904\\\/ideologi-manut-isme#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ideologi Manut-Isme\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ideologi Manut-Isme - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ideologi Manut-Isme - YuliArdika.Com","og_description":"Sejak orde baru berdiri (atau malah sejak dibubarkannya Konstituante), tradisi musyawarah mulai terhapus sedikit demi sedikit. Kita dibiasakan dengan aturan hukum yang diberlakukan oleh penguasa. Padahal asumsi dasar dibuatnya aturan hukum adalah setiap orang tidak bisa dipercaya. Makanya ia diatur harus begini begitu dan diancam dengan hukuman jika melanggar. Barangsiapa &#8230; maka &#8230;. Saking lamanya...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2018-12-31T12:49:37+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Ideologi Manut-Isme","datePublished":"2018-12-31T12:49:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme"},"wordCount":338,"commentCount":0,"keywords":["fikih","hukum","Negara Hukum","NKRI"],"articleSection":["Petuah &amp; Pemikiran Guru"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme","name":"Ideologi Manut-Isme - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-12-31T12:49:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1904\/ideologi-manut-isme#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ideologi Manut-Isme"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7wBRl-uI","jetpack-related-posts":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1904"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1905,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1904\/revisions\/1905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}