{"id":1864,"date":"2018-12-31T18:51:22","date_gmt":"2018-12-31T11:51:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1864"},"modified":"2018-12-31T18:51:22","modified_gmt":"2018-12-31T11:51:22","slug":"pokoknya-kampanye","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye","title":{"rendered":"Pokoknya Kampanye"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sebentar lagi kita akan Idul Adha, media-media akan segera menulis. &#8220;Presiden A berkurban seekor sapi Limosin.&#8221; &#8220;Gubernur B berkurban seekor sapi Jawa&#8221;. dll<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya, sejak kapan ada kewajiban presiden melaksanakan Qurban? Ibadah Qurban itu dianjurkan bagi manusia, bukan bagi presiden. Masalahnya, media-media sekarang itu tidak menganggap manusia, yang dianggap hanya yang punya jabatan atau punya sisi keunikan yang bernilai ekonomis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belum lagi dalam urusan pernikahan. P<span class=\"text_exposed_show\">residen mantu. Pas mantu itu beliau sebagai ayah dong, bukan sebagai presiden. Lebih konyol lagi, &#8220;harap kosongkan shaf depan, ada rombongan menteri yang akan shalat di masjid ini.&#8221; Itu lebih paidoable lagi, sejak kapan menteri punya kewajiban shalat. Pas di masjid ya manusia. Datang belakangan ya shalat di belakang. Penak men njaluk neng ngarep.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal-hal sederhana semacam ini sering disepelekan. Tapi kalau kita terbiasa tidak menyadari bahwa manusia itu memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding jabatan-jabatan yang melekat, kita jadi kacau seperti sekarang. Makanya tidak heran, mendadak banyak yang alergi ketika cawapresnya kiai njuk dilarang dicaci maki. Itu kan bukti betapa politisnya cara berpikir kita sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau urusan caci maki, kenapa nggak dari dulu dihentikan. Kalau kita sadar bahwa kita sama-sama manusia harusnya nggak boleh mencaci maki kok. Baik menuduh Pak Jokowi anak PKI atau mengejek Pak Prabowo anunya hilang. Itu semua kan menandakan kerusakan cara berpikir kita. Lha kok sekarang mendadak jadi lucu. Yang satu mainnya di soal caci maki, yang satunya memainkan soal tetap menaati fatwa. Padahal intinya kan sama, kampanye. Wkwkwk. Lucu kabeh.<\/p>\n<p><em>Surakarta, 13 Agustus 2018<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebentar lagi kita akan Idul Adha, media-media akan segera menulis. &#8220;Presiden A berkurban seekor sapi Limosin.&#8221; &#8220;Gubernur B berkurban seekor sapi Jawa&#8221;. dll Pertanyaannya, sejak kapan ada kewajiban presiden melaksanakan Qurban? Ibadah Qurban itu dianjurkan bagi manusia, bukan bagi presiden. Masalahnya, media-media sekarang itu tidak menganggap manusia, yang dianggap hanya yang punya jabatan atau punya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[917,971,972],"class_list":["post-1864","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tafakur","tag-kampanye-politik","tag-narasi","tag-pilpres-2019"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pokoknya Kampanye - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pokoknya Kampanye - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebentar lagi kita akan Idul Adha, media-media akan segera menulis. &#8220;Presiden A berkurban seekor sapi Limosin.&#8221; &#8220;Gubernur B berkurban seekor sapi Jawa&#8221;. dll Pertanyaannya, sejak kapan ada kewajiban presiden melaksanakan Qurban? Ibadah Qurban itu dianjurkan bagi manusia, bukan bagi presiden. Masalahnya, media-media sekarang itu tidak menganggap manusia, yang dianggap hanya yang punya jabatan atau punya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-31T11:51:22+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Pokoknya Kampanye\",\"datePublished\":\"2018-12-31T11:51:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye\"},\"wordCount\":244,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"kampanye politik\",\"narasi\",\"pilpres 2019\"],\"articleSection\":[\"Tafakur\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye\",\"name\":\"Pokoknya Kampanye - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-12-31T11:51:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/1864\\\/pokoknya-kampanye#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pokoknya Kampanye\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pokoknya Kampanye - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pokoknya Kampanye - YuliArdika.Com","og_description":"Sebentar lagi kita akan Idul Adha, media-media akan segera menulis. &#8220;Presiden A berkurban seekor sapi Limosin.&#8221; &#8220;Gubernur B berkurban seekor sapi Jawa&#8221;. dll Pertanyaannya, sejak kapan ada kewajiban presiden melaksanakan Qurban? Ibadah Qurban itu dianjurkan bagi manusia, bukan bagi presiden. Masalahnya, media-media sekarang itu tidak menganggap manusia, yang dianggap hanya yang punya jabatan atau punya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2018-12-31T11:51:22+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Pokoknya Kampanye","datePublished":"2018-12-31T11:51:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye"},"wordCount":244,"commentCount":0,"keywords":["kampanye politik","narasi","pilpres 2019"],"articleSection":["Tafakur"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye","name":"Pokoknya Kampanye - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-12-31T11:51:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/1864\/pokoknya-kampanye#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pokoknya Kampanye"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1864"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1865,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1864\/revisions\/1865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}