{"id":1854,"date":"2018-12-28T11:06:33","date_gmt":"2018-12-28T04:06:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1854"},"modified":"2018-12-28T11:06:33","modified_gmt":"2018-12-28T04:06:33","slug":"ideologi-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan","title":{"rendered":"Ideologi Pembangunan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Jika masih percaya ada pertentangan ideologi di zaman ini, berarti masih terperangkap di masa lalu. Perang ideologi sudah berakhir di 1965 dengan bubarnya Masyumi dan dihabisinya PKI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak itu ideologi bangsa ini sama, yaitu pembangunan. Maksudnya, menomorsatukan uang dan kekayaan di atas segala-galanya. Metodenya boleh tidak melibatkan tuhan, boleh juga dengan cara &#8220;syar&#8217;i&#8221; dengan nyuruh-nyuruh Tuhan agar mengabulkan target materi kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa 1998 itu adalah penyebaran\u00a0<span class=\"text_exposed_show\">ideologi pembangunan agar lebih merata ke pelosok-pelosok desa. Jika sebelumnya ideologi pembangunan hanya diamalkan pemerintah, sekarang seluruh bangsa Indonesia menganut ideologi yang sama, yaitu pembangunan.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan ideologi yang sama, kita akan khusyu&#8217; saling bertengkar. Sebab tujuannya mencapai kekuasaan. Dengan kekuasaan kita raih kekayaan. Dengan kekayaan, segalanya bisa dilakukan. Keadilan? Itu jargon. Realitasnya susah. Sebab keadilan berbasis materi itu tidak mungkin bisa diwujudkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanya sila kelima Pancasila itu bicara keadilan sosial, bukan keadilan material. Keadilan sosial itu wujudnya tatanan. Penjaganya akal sehat, ketika yang kaya tidak rakus, yang miskin tidak ngemis, yang cerdik pandai tidak ngadalin, yang bodoh tidak ngeyel. Lha sekarang lihat sendiri, siapa yang mau menghendaki keadilan sosial? Hahaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita sambut kejayaan ideologi pembangunan. Bersama pohon beringin yang rimbun, kemudian ada banteng-banteng yang perkasa yang siap menjaga kekokohannya. Hidup pembangunan. Jayalah pembangunan.<\/p>\n<p><em>Surakarta, 30 Juli 2018<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika masih percaya ada pertentangan ideologi di zaman ini, berarti masih terperangkap di masa lalu. Perang ideologi sudah berakhir di 1965 dengan bubarnya Masyumi dan dihabisinya PKI. Sejak itu ideologi bangsa ini sama, yaitu pembangunan. Maksudnya, menomorsatukan uang dan kekayaan di atas segala-galanya. Metodenya boleh tidak melibatkan tuhan, boleh juga dengan cara &#8220;syar&#8217;i&#8221; dengan nyuruh-nyuruh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[847,967,299],"class_list":["post-1854","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik-kenegaraan","tag-keadilan-sosial","tag-pancasiila","tag-pembangunan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ideologi Pembangunan - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ideologi Pembangunan - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika masih percaya ada pertentangan ideologi di zaman ini, berarti masih terperangkap di masa lalu. Perang ideologi sudah berakhir di 1965 dengan bubarnya Masyumi dan dihabisinya PKI. Sejak itu ideologi bangsa ini sama, yaitu pembangunan. Maksudnya, menomorsatukan uang dan kekayaan di atas segala-galanya. Metodenya boleh tidak melibatkan tuhan, boleh juga dengan cara &#8220;syar&#8217;i&#8221; dengan nyuruh-nyuruh [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-28T04:06:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Ideologi Pembangunan\",\"datePublished\":\"2018-12-28T04:06:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan\"},\"wordCount\":202,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"keadilan sosial\",\"Pancasiila\",\"Pembangunan\"],\"articleSection\":[\"Politik &amp; Kenegaraan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan\",\"name\":\"Ideologi Pembangunan - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-12-28T04:06:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1854\\\/ideologi-pembangunan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ideologi Pembangunan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ideologi Pembangunan - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ideologi Pembangunan - YuliArdika.Com","og_description":"Jika masih percaya ada pertentangan ideologi di zaman ini, berarti masih terperangkap di masa lalu. Perang ideologi sudah berakhir di 1965 dengan bubarnya Masyumi dan dihabisinya PKI. Sejak itu ideologi bangsa ini sama, yaitu pembangunan. Maksudnya, menomorsatukan uang dan kekayaan di atas segala-galanya. Metodenya boleh tidak melibatkan tuhan, boleh juga dengan cara &#8220;syar&#8217;i&#8221; dengan nyuruh-nyuruh [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2018-12-28T04:06:33+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Ideologi Pembangunan","datePublished":"2018-12-28T04:06:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan"},"wordCount":202,"commentCount":0,"keywords":["keadilan sosial","Pancasiila","Pembangunan"],"articleSection":["Politik &amp; Kenegaraan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan","name":"Ideologi Pembangunan - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-12-28T04:06:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1854\/ideologi-pembangunan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ideologi Pembangunan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1854"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1854"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1854\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1855,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1854\/revisions\/1855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}