{"id":1852,"date":"2018-12-28T10:47:33","date_gmt":"2018-12-28T03:47:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1852"},"modified":"2018-12-28T10:47:33","modified_gmt":"2018-12-28T03:47:33","slug":"politik-tingkat-tinggi-para-ulama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama","title":{"rendered":"&#8220;Politik&#8221; Tingkat Tinggi Para Ulama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Keberpihakan dalam politik elektoral dari para tokoh (yang disebut) ulama di tengah umat yang sedang bergaduh soal aswaja vs wahabi, Islam Arab vs Islam Nusantara, dan kondisinya tertindas secara ekonomi seperti sekarang hanya akan menambah meriah gejolak politik yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Entah besok menjelang pilpres betapa semakin gaduhnya, mulai dari yang di medsos sampai yang riil di lapangan. Bahkan kebencian sudah diekspresikan dalam\u00a0<span class=\"text_exposed_show\">bentuk nyatanya dengan melempar tempat sampah kepada pihak yang tidak disukainya. Kalau ini dibiarkan, lama-lama bisa terjadi aksi saling balas. Kalau masif, bisa jadi konflik.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegilaan semacam ini sebaiknya segera dihentikan sebelum terlambat. Kita harus menyadari kenyataan bahwa umat Islam terbelenggu dalam konflik internalnya sampai-sampai untuk mencukupi kebutuhannya hanya bisa dilakukan dari mengkonsumsi produk dari para kapitalis. Potensi ekonomi umat yang besar, justru ikut menjayakan kapitalis dengan kamuflase &#8220;kapitalisme syariah&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemandirian umat masih sebatas wacana sebab umat terlanjur menggantungkan harapan pada kerja pemerintah. Padahal sejak dahulu, bukankah umat Islam di Nusantara sudah biasa hidup merdeka kan. Jika perilaku pemerintah sekarang mirip filialnya AS atau Tiongkok, bukankah kita tinggal meniru nenek moyang kita yang pernah hidup di masa Hindia Belanda. Tapi gimana niru dan menapak tilas sejarah, wong perdebatan kita hingga hari ini masih berkutat pada sentimen-sentimen primordial seperti aliran keagamaan dan perkubuan politik elektoral saja kok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi umat Islam, negara itu hanya sarana kan. Kalau dengan alasan menguasai negara kita jadi bertengkar berarti ada mekanisme yang salah di sini. Bisa sistemnya yang salah, bisa diri kita yang gagal mengendalikan diri. Harusnya kita mulai bertanya, kok kita malah bertengkar kayak gini, janjane wis beres durung Islame kita. Gek-gek mung ngaku-ngaku Islam cah. Di sinilah para ulama dituntut perannya menjalankan pendidikan yang mewaraskan umat. Kalau harus disebut politik, di sinilah ruang politik tingkat tinggi para ulama.<\/p>\n<p><em>Surakarta, 29 Juli 2018<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keberpihakan dalam politik elektoral dari para tokoh (yang disebut) ulama di tengah umat yang sedang bergaduh soal aswaja vs wahabi, Islam Arab vs Islam Nusantara, dan kondisinya tertindas secara ekonomi seperti sekarang hanya akan menambah meriah gejolak politik yang sedang berlangsung. Entah besok menjelang pilpres betapa semakin gaduhnya, mulai dari yang di medsos sampai yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[7],"tags":[966,172,965,415,774],"class_list":["post-1852","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik-kenegaraan","tag-islam-arab","tag-islam-nusantara","tag-politik-tingkat-tinggi","tag-ulama","tag-wahabi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>&quot;Politik&quot; Tingkat Tinggi Para Ulama - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"&quot;Politik&quot; Tingkat Tinggi Para Ulama - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Keberpihakan dalam politik elektoral dari para tokoh (yang disebut) ulama di tengah umat yang sedang bergaduh soal aswaja vs wahabi, Islam Arab vs Islam Nusantara, dan kondisinya tertindas secara ekonomi seperti sekarang hanya akan menambah meriah gejolak politik yang sedang berlangsung. Entah besok menjelang pilpres betapa semakin gaduhnya, mulai dari yang di medsos sampai yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-28T03:47:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"&#8220;Politik&#8221; Tingkat Tinggi Para Ulama\",\"datePublished\":\"2018-12-28T03:47:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama\"},\"wordCount\":294,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Islam Arab\",\"Islam Nusantara\",\"politik tingkat tinggi\",\"Ulama\",\"Wahabi\"],\"articleSection\":[\"Politik &amp; Kenegaraan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama\",\"name\":\"\\\"Politik\\\" Tingkat Tinggi Para Ulama - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-12-28T03:47:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1852\\\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"&#8220;Politik&#8221; Tingkat Tinggi Para Ulama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\"Politik\" Tingkat Tinggi Para Ulama - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\"Politik\" Tingkat Tinggi Para Ulama - YuliArdika.Com","og_description":"Keberpihakan dalam politik elektoral dari para tokoh (yang disebut) ulama di tengah umat yang sedang bergaduh soal aswaja vs wahabi, Islam Arab vs Islam Nusantara, dan kondisinya tertindas secara ekonomi seperti sekarang hanya akan menambah meriah gejolak politik yang sedang berlangsung. Entah besok menjelang pilpres betapa semakin gaduhnya, mulai dari yang di medsos sampai yang...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2018-12-28T03:47:33+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"&#8220;Politik&#8221; Tingkat Tinggi Para Ulama","datePublished":"2018-12-28T03:47:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama"},"wordCount":294,"commentCount":0,"keywords":["Islam Arab","Islam Nusantara","politik tingkat tinggi","Ulama","Wahabi"],"articleSection":["Politik &amp; Kenegaraan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama","name":"\"Politik\" Tingkat Tinggi Para Ulama - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-12-28T03:47:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1852\/politik-tingkat-tinggi-para-ulama#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"&#8220;Politik&#8221; Tingkat Tinggi Para Ulama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7wBRl-tS","jetpack-related-posts":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1852"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1853,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852\/revisions\/1853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}