{"id":1641,"date":"2018-02-23T23:56:03","date_gmt":"2018-02-23T16:56:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1641"},"modified":"2018-02-23T23:56:03","modified_gmt":"2018-02-23T16:56:03","slug":"seimbang-beragama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama","title":{"rendered":"Seimbang Beragama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sedalam apa pun pengalaman-pengalaman ruhani dan spiritual, itu tempatnya di hati dan hanya perlu diceritakan secara terbatas kepada yang memiliki kesanggupan untuk mendengar serta mengambil pelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembicaraan umum tetaplah harus berpatokan pada prinsip-prinsip dasar syariat yang berlaku. Fungsi syariat formal agar umat Islam memiliki kepekaan sosial dan terbiasa berdialog membangun kesepakatan sosial dengan bahan-bahan yang bisa dirujuk bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lha tapi sekarang, yang merasa ngerti masalah ruhani malah sering mengkomoditaskan pengetahuan itu tanpa ngemong yang &#8220;awam&#8221;. Yang sebelahnya begitu nggekeng mempertuhankan syariat versinya sehingga susah diajak dialog untuk menemukan kesepakatan sosial dalam mengamalkan agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari perjumpaan secara langsung dengan beberapa orang yang ditokohkan, sedikit dari mereka yang &#8220;saya husnudzoni&#8221; bermaqam tinggi, mampu berdialog dengan cara ngemong masyarakat dan selalu mengajak mereka menggunakan akal sehatnya saja tanpa menyebut-nyebut dirinya bisa begini, tahu ini itu, disingkapkan hijab, dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau ditilik dari cerita-cerita klasik di masa lalu, wafatnya para ulama tasawuf yang dalam narasi sejarah dicap sesat adalah tersebarnya ajaran-ajaran mereka ke ranah publik sehingga membuat orang &#8220;muntah berak&#8221; menerima itu tanpa kesiapan ruhani. Hal itu membuat penguasa dan para mufti perlu membuat sebuah keputusan tegas agar masyarakat tidak ngomyang massal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di situlah letak keseimbangan beragama agar kita tidak mudah bersikap ekstrim. Bagaimana pun eksplorasi dengan akal harus sejalan dengan perjalanan ke dalam diri. Jangan sampai hanya cenderung di salah satunya. Terlalu menuhankan akal dalam belajar dan menganggap agama hanya urusan fikih, maka kita akan menjadi tukang debat, nyesat-nyesatkan, hingga mengkafir-kafirkan. Tapi terlalu masuk ke dalam diri hingga lupa komunikasi sosial, kerap menimbulkan kontroversi yang tidak produktif di tengah masyarakat yang butuh ditata dengan syariat. Begitulah keseimbangan orang beragama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana dengan fenomena wali majdzub? Saya kira orang awam seperti saya lebih penting untuk diajari memperlakukan manusia tanpa memandang remeh. Sehingga jika nanti bertemu dengan para wali ini, tanpa harus tahu mereka wali apa bukan masyarakat awam terbiasa memanusiakan manusia, tidak mengucilkan gara-gara ketemu sang wali.<\/p>\n<p><em>Gondangsari, 20 November 2017<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sedalam apa pun pengalaman-pengalaman ruhani dan spiritual, itu tempatnya di hati dan hanya perlu diceritakan secara terbatas kepada yang memiliki kesanggupan untuk mendengar serta mengambil pelajaran. Pembicaraan umum tetaplah harus berpatokan pada prinsip-prinsip dasar syariat yang berlaku. Fungsi syariat formal agar umat Islam memiliki kepekaan sosial dan terbiasa berdialog membangun kesepakatan sosial dengan bahan-bahan yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[863,764],"class_list":["post-1641","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-petuah-pemikiran-guru","tag-seimbang-beragama","tag-tasawuf"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Seimbang Beragama - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Seimbang Beragama - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sedalam apa pun pengalaman-pengalaman ruhani dan spiritual, itu tempatnya di hati dan hanya perlu diceritakan secara terbatas kepada yang memiliki kesanggupan untuk mendengar serta mengambil pelajaran. Pembicaraan umum tetaplah harus berpatokan pada prinsip-prinsip dasar syariat yang berlaku. Fungsi syariat formal agar umat Islam memiliki kepekaan sosial dan terbiasa berdialog membangun kesepakatan sosial dengan bahan-bahan yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-23T16:56:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Seimbang Beragama\",\"datePublished\":\"2018-02-23T16:56:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama\"},\"wordCount\":315,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"seimbang beragama\",\"tasawuf\"],\"articleSection\":[\"Petuah &amp; Pemikiran Guru\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama\",\"name\":\"Seimbang Beragama - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-02-23T16:56:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1641\\\/seimbang-beragama#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Seimbang Beragama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Seimbang Beragama - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Seimbang Beragama - YuliArdika.Com","og_description":"Sedalam apa pun pengalaman-pengalaman ruhani dan spiritual, itu tempatnya di hati dan hanya perlu diceritakan secara terbatas kepada yang memiliki kesanggupan untuk mendengar serta mengambil pelajaran. Pembicaraan umum tetaplah harus berpatokan pada prinsip-prinsip dasar syariat yang berlaku. Fungsi syariat formal agar umat Islam memiliki kepekaan sosial dan terbiasa berdialog membangun kesepakatan sosial dengan bahan-bahan yang...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2018-02-23T16:56:03+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Seimbang Beragama","datePublished":"2018-02-23T16:56:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama"},"wordCount":315,"commentCount":0,"keywords":["seimbang beragama","tasawuf"],"articleSection":["Petuah &amp; Pemikiran Guru"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama","name":"Seimbang Beragama - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-02-23T16:56:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1641\/seimbang-beragama#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Seimbang Beragama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7wBRl-qt","jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1642,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1641\/revisions\/1642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}