{"id":1310,"date":"2016-11-20T21:42:52","date_gmt":"2016-11-20T14:42:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1310"},"modified":"2016-11-20T21:42:52","modified_gmt":"2016-11-20T14:42:52","slug":"lain-dulu-lain-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang","title":{"rendered":"Lain Dulu Lain Sekarang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mempelajari lebih banyak dan mendengarkan para sesepuh bagaimana spirit pendirian Muhammadiyah, NU, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, dll rasa-rasanya memang pengin nangis. Kuasa, jabatan, dan uang memang membuat orang memberhalakan ikhtiar dari para pendahulu yang shalih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanpa mendalami sejarah, maka umat Islam akan terus bertengkar dengan wasilah yang dibangun leluhurnya sendiri. Ibarat orang mau perang, karena ada kode koma<span class=\"text_exposed_show\">ndo yang hilang, akhirnya pasukan ini bertempur di markas sendiri, bahkan sebelum menghadapi musuh di medan perang yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada praktiknya, meletakkan Islam sebagai sebuah payung dari semua aktivitas kehidupan kita itu bukan main susahnya. Karena hari ini, fikih, ideologi, bahkan sampai fashion itu secara praktik diletakkan lebih primer dari pada Islam-nya. Indikatornya terlihat dari munculnya idiom dan frase-frase baru dalam kebahasaan umat Islam yang tidak pernah ada di zaman-zaman sebelumnya. Apa dikira permasalahan bahasa ini sepele? Tidak. Permasalahan bahasa justru sebenarnya masalah serius, tapi banyak diabaikan umat Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umat Islam semakin sedikit yang peduli dan mau merawat bahasanya. Jangankan bahasa al Quran, bahkan bahasa ibunya sendiri telah dilepas dari akar kebudayaannya. Yang kita lihat sekarang adalah kehidupan Islam yang tanpa pijakan kebudayaan alaminya. Wajah Islam yang kita lihat sekarang, landasannya adalah ideologi materialisme yang menurunkan berbagai kesesatan seperti kapitalisme, feminisme, HAM, dan segala teori aneh yang terbukti menghancurkan peradaban manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan terjajahnya umat Islam secara bahasa, bukankah keterjajahan lainnya sudah pasti terjadi. Karena dari bahasa segala definisi dikunci. Dan jika bahasa kita sekarang sudah diobrak-abrik karena umat Islam menjauhi sastra dan literasi, bukankah ini kondisi yang berbahaya. Cukup diedari meme, poster, hingga status-status provokatif, maka kita sudah saling bertengkar. Terlebih dengan adanya media sosial, pertengkaran kian didesain semunafik mungkin dimana semua hanya dikeluarkan lewat layar media sosial tapi tidak pernah dibuktikan dalam perbuatan nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan akhirnya kita cuma bisa mendesah dan berdoa, hasbunallah wani&#8217;mal wakil, ni&#8217;mal maula wa ni&#8217;man nashir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Juwiring, 17 November 2016<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah mempelajari lebih banyak dan mendengarkan para sesepuh bagaimana spirit pendirian Muhammadiyah, NU, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, dll rasa-rasanya memang pengin nangis. Kuasa, jabatan, dan uang memang membuat orang memberhalakan ikhtiar dari para pendahulu yang shalih. Tanpa mendalami sejarah, maka umat Islam akan terus bertengkar dengan wasilah yang dibangun leluhurnya sendiri. Ibarat orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[665,154,267,285],"class_list":["post-1310","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-petuah-pemikiran-guru","tag-hti","tag-ikhwanul-muslimin","tag-muhammadiyah","tag-nu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Lain Dulu Lain Sekarang - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lain Dulu Lain Sekarang - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setelah mempelajari lebih banyak dan mendengarkan para sesepuh bagaimana spirit pendirian Muhammadiyah, NU, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, dll rasa-rasanya memang pengin nangis. Kuasa, jabatan, dan uang memang membuat orang memberhalakan ikhtiar dari para pendahulu yang shalih. Tanpa mendalami sejarah, maka umat Islam akan terus bertengkar dengan wasilah yang dibangun leluhurnya sendiri. Ibarat orang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-11-20T14:42:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Lain Dulu Lain Sekarang\",\"datePublished\":\"2016-11-20T14:42:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang\"},\"wordCount\":307,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"HTI\",\"Ikhwanul Muslimin\",\"Muhammadiyah\",\"NU\"],\"articleSection\":[\"Petuah &amp; Pemikiran Guru\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang\",\"name\":\"Lain Dulu Lain Sekarang - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-11-20T14:42:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/petuah-pemikiran-guru\\\/1310\\\/lain-dulu-lain-sekarang#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lain Dulu Lain Sekarang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lain Dulu Lain Sekarang - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Lain Dulu Lain Sekarang - YuliArdika.Com","og_description":"Setelah mempelajari lebih banyak dan mendengarkan para sesepuh bagaimana spirit pendirian Muhammadiyah, NU, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, dll rasa-rasanya memang pengin nangis. Kuasa, jabatan, dan uang memang membuat orang memberhalakan ikhtiar dari para pendahulu yang shalih. Tanpa mendalami sejarah, maka umat Islam akan terus bertengkar dengan wasilah yang dibangun leluhurnya sendiri. Ibarat orang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2016-11-20T14:42:52+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Lain Dulu Lain Sekarang","datePublished":"2016-11-20T14:42:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang"},"wordCount":307,"commentCount":0,"keywords":["HTI","Ikhwanul Muslimin","Muhammadiyah","NU"],"articleSection":["Petuah &amp; Pemikiran Guru"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang","name":"Lain Dulu Lain Sekarang - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2016-11-20T14:42:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/petuah-pemikiran-guru\/1310\/lain-dulu-lain-sekarang#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lain Dulu Lain Sekarang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1310"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1310"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1311,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1310\/revisions\/1311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}