{"id":1122,"date":"2016-09-30T23:18:09","date_gmt":"2016-09-30T16:18:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?p=1122"},"modified":"2016-09-30T23:18:09","modified_gmt":"2016-09-30T16:18:09","slug":"mari-berjamaah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah","title":{"rendered":"Mari Berjamaah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Jika shalat berjamaah dipahami sebagai apel rutinnya umat Islam, niscaya tidak akan ada kasus pecah jamaah, apalagi sampai mendirikan mesjid baru, hanya gara-gara perbedaan fikih. Karena sebeda-bedanya shalat dalam urusan fikih, jumlah rakaat dan tata cara shalat secara garis besar tetap sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita sadar bahwa dalam shalat berjamaah itu yang penting manut imamnya niscaya kita tidak risau dengan istilah ini mesjidnya Muhammadiyah, NU, MTA, Salafi, Tarbiyah <span class=\"text_exposed_show\">dll, karena yang shalat itu manusia-manusianya, bukan organisasinya. Siapa pun orangnya, apa pun latar belakangnya, ketika pas shalat jamaah dia ditunjuk jadi imam, maka tinggal diikuti seluruh makmum. Toh bagaimanapun dia shalat, pasti rukunnya juga terpenuhi. Kalau rukunnya sudah terpenuhi, apa kamu belum puas. Lha maumu shalat itu kayak gimana lagi?<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah masalah besarnya saat ini sebenarnya justru bukan di situ. Masalahnya itu sekarang ada banyak orang yang GR dan merasa pantas sebagai imam shalat, sehingga merendahkan yang lain. Bila perlu dia nggak malu menunjuk-nunjukkan dirinya pantas jadi imam. Padahal yang nunjuk imam itu ya makmumnya. Ada juga segolongan umat Islam yang merasa paling benar dan paling merasa masuk syurga, sehingga merendahkan golongan lain dari umat Islam. Padahal yang paling tahu mana yang paling benar dari keimanan kita ya cuma Allah. Makanya dalam Islam itu yang diutamakan adalah persatuan, kemudian saling berwasiat dengan kebaikan dan kesabaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah soal pilkada DKI, saya tidak terlalu tertarik untuk ikut meramaikan. Saya cenderung lebih percaya bahwa pemimpin itu representasi masyarakatnya. Jika masyarakatnya cuma fokus pada urusan politik, nanti pemimpin yang terpilih juga cuma fokus pada kegiatan politik, ga minat ngurusin hajat hidup orang banyak. Tapi jika masyarakatnya kreatif dan punya daya tawar di berbagai bidang, pro aktif dalam memecahkan permasalahannya di berbagai tempat sesuai kapasitas dan ruang kerjanya, nanti para elit yang diatas juga bakal ubet ramai-ramai, karena mereka kalau nggak kerja bener ya tidak akan digagas masyarakat bawah. Lha iya, kalau kami aja bisa menyelesaikan masalah kami, ngapain juga nggagas kalian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat yang kreatif dan pekerja keras akan cenderung berpikir, &#8220;Kalau negara malah makin merepotkan, ya mending kami bekerja sama menyelesaikan masalah lokal kami, toh besok yang diinterogasi oleh Allah di akhirat itu adalah satu per satu dari kami, bukan negara. Kalau negara susah diatur lagi, ya kan kami punya rencana bikin penggantinya nanti. Kan itu cuma alat kami. Kalau alatnya sudah bobrok bener, kan tinggal bikin lagi. Kalau yang ini eror dan merusak terus-terusan, ya sudah kita pencet tombol OFF-nya saja.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Juwiring, 26 September 2016<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika shalat berjamaah dipahami sebagai apel rutinnya umat Islam, niscaya tidak akan ada kasus pecah jamaah, apalagi sampai mendirikan mesjid baru, hanya gara-gara perbedaan fikih. Karena sebeda-bedanya shalat dalam urusan fikih, jumlah rakaat dan tata cara shalat secara garis besar tetap sama. Jika kita sadar bahwa dalam shalat berjamaah itu yang penting manut imamnya niscaya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[7],"tags":[615,614],"class_list":["post-1122","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik-kenegaraan","tag-pilkada-dki","tag-shalat-berjamaah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mari Berjamaah - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mari Berjamaah - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika shalat berjamaah dipahami sebagai apel rutinnya umat Islam, niscaya tidak akan ada kasus pecah jamaah, apalagi sampai mendirikan mesjid baru, hanya gara-gara perbedaan fikih. Karena sebeda-bedanya shalat dalam urusan fikih, jumlah rakaat dan tata cara shalat secara garis besar tetap sama. Jika kita sadar bahwa dalam shalat berjamaah itu yang penting manut imamnya niscaya...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-09-30T16:18:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Mari Berjamaah\",\"datePublished\":\"2016-09-30T16:18:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah\"},\"wordCount\":400,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Pilkada DKI\",\"shalat berjamaah\"],\"articleSection\":[\"Politik &amp; Kenegaraan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah\",\"name\":\"Mari Berjamaah - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-09-30T16:18:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/politik-kenegaraan\\\/1122\\\/mari-berjamaah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mari Berjamaah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mari Berjamaah - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mari Berjamaah - YuliArdika.Com","og_description":"Jika shalat berjamaah dipahami sebagai apel rutinnya umat Islam, niscaya tidak akan ada kasus pecah jamaah, apalagi sampai mendirikan mesjid baru, hanya gara-gara perbedaan fikih. Karena sebeda-bedanya shalat dalam urusan fikih, jumlah rakaat dan tata cara shalat secara garis besar tetap sama. Jika kita sadar bahwa dalam shalat berjamaah itu yang penting manut imamnya niscaya...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2016-09-30T16:18:09+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Mari Berjamaah","datePublished":"2016-09-30T16:18:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah"},"wordCount":400,"commentCount":0,"keywords":["Pilkada DKI","shalat berjamaah"],"articleSection":["Politik &amp; Kenegaraan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah","name":"Mari Berjamaah - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2016-09-30T16:18:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/politik-kenegaraan\/1122\/mari-berjamaah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mari Berjamaah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7wBRl-i6","jetpack-related-posts":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1122"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1123,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1122\/revisions\/1123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}