Me-Muhammad-kan Diri

Dari sejarahnya, fiqih itu lahirnya selalu di belakang realita. Artinya realita muncul dulu, baru dibahas dan dibakukan oleh fiqih. Maka, orang yang beragama semata-mata mengandalkan fiqih akan selalu jadi bulan-bulanan realita. Mengapa umat Islam hari ini terjerembab dalam bulan-bulanan realita? Sebab terlalu dominan pada fiqih. Memegang fiqih itu penting, tapi bukan segala-galanya. Nabi Muhammad menjalani […]

Gelombang Dakwah Islam di Nusantara

Saya pernah mengikuti sebuah majelis yang dihadiri Habib Anis Sholeh Ba’asyin dari Pati. Beliau mengemukakan tiga pola Islamisasi di Jawa. Berikut adalah hasil penerimaan saya atas tiga pola yang beliau sebutkan dan saya kembangkan berdasarkan beberapa rujukan yang saya baca. 1. Pola pertama terjadi di zaman para wali. Cirinya mereka sangat percaya diri dengan kemuliaan […]

Meniru yang Salah Arah

Feminisme itu muncul karena perlawanan kaum perempuan terhadap tekanan kaum laki-laki di Barat, baik dalam konsep rumah tangga maupun kebudayaan. Saya tidak tahu persis motifnya, tapi intinya itu adalah sebuah reaksi atas gejala sosial yang terjadi. Anehnya, orang-orang sini ikut-ikutan mengusung feminisme melalui definisi-definisi lucu dan menurut saya cacat dan tidak konsisten. Dalam kebudayaan kita, […]

Esensi Ajaran Islam

Pasca peristiwa Pilpres 2014 yang menurut saya banyak kejanggalannya, saya mulai belajar sungguh-sungguh tentang kehidupan para Nabi, terutama Nabi Muhammad. Saya mulai mempertanyakan kembali berbagai hal, terkait politik yang selama ini terlanjur jadi mainstream pikiran publik. Hari ini, apa-apa bisa ditautkan secara politik. Bukan karena itu perkara politik, tapi cara kita berpikir sudah politis sejak […]

Demkrasi Rasa Oligarki

Tradisi demokrasi itu masih sulit diterapkan dan menjadi PR panjang bangsa kita. Peradaban kita berabad-abad dipandu kekuasaan monarki dan aristokrasi. Tradisi kebudayaan kita membentuk cara kita berpikir tidak egaliter, tetapi elitis. Itulah yang ditangkap para pendiri bangsa kita sehingga mereka merumuskan sistem kenegaraan kita dalam bentuk “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. […]

Agami Ageming Aji

Agami iku ageming aji, bukan alat untuk mengadili orang lain. Pengadilan umum lahir dari adanya kesepakatan antar anggota masyarakat terlebih dahulu sehingga membentuk norma yang dijalankan bersama, berikut konsekuensinya. Jadi, pada perkara-perkara yang personal dan mahdlah (yang aturannya turun dari Allah langsung), lebih baik dimaksimalkan untuk mengatur diri sendiri agar semakin mapan, bukan untuk mengadili […]

Tergantung Manusianya

Sehebat apa pun teologi keagamaan, ia membutuhkan manusia yang mengaplikasikannya agar terasa manfaatnya di muka bumi. Jadi sekarang ini, mending do berlomba-lomba mengatasi masalah-masalah yang mengancam kita bersama. Yang sangat urgen adalah soal kerusakan lingkungan. Saya kira, jika kita sama-sama merasa takut pada Tuhan atas ketetapan hukum-Nya ketika alam tidak kita pelihara, kita tidak akan […]

Berjamaah Menuju Kehancuran

Sikap KH Ma’ruf Amin dalam merespon permintaan maaf nenek S dan pernyataan Prof. Yunahar Ilyas dalam merespon makian sebagian orang kepada KH Ma’ruf atas pilihan sikapnya itu, sebenarnya bisa menjadi bahan belajar bagi kita untuk mengidentifikasi akhlak para ulama sesungguhnya. Dari perilaku mereka berdua ini, kita mendapatkan metode furqan yang jelas untuk mengidentifikasi mana kualitas […]

Islam dan Indonesia

Agama itu akan terasa manfaatnya bagi kehidupan jika dihayati dan diaplikasikan, tidak sekedar dipeluk atau dikeloni. Khususnya umat Islam, jika benar-benar menghayati Islam secara sungguh-sungguh, maka hal yang akan dirasakan pertama-tama adalah pancaran kebahagiaan tiada tara. Jika umat Islam itu setiap hari tadabbur, niscaya hidupnya akan selalu bahagia. Contohnya mentadabburi fisiologi tubuhnya setiap hari, pasti […]

Pemimpin Manusia

Sejak dulu, para ulama yang membawa Islam lebih memilih membumikan ajaran-ajaran Islam dalam wajah akhlak dan adabnya. Karena kalau sudah memasuki jiwa manusia, ia akan merubah banyak hal. Penguasa-penguasa yang menerima Islam biasanya setia menegakkan hal-hal yang merusak stabilitas negara. Tentu saja ya jangan naif, semua tetap demi mempertahankan eksistensi kekuasaannya. Kemaksiatan cenderung mengganggu stabilitas […]