Di antara gojegan terkait akhir zaman yang menarik saat ini adalah tulisan kafara pada jidatnya Dajjal.

Ya gimana akan dikenali tulisan itu dan si pemiliknya di sebut Dajjal, wong nanti orang-orang sampai pada kebodohan parah di mana Arab = Islam. Lagi pula dia bisa saja datang dengan macak sebagai kiai, menjanjikan kedamaian, menawarkan syurga berupa kekayaan dan kenyamanan hidup. Kan sekarang sudah mulai terjadi kesenjangan sosial yang parah. Baik yang kaya ataupun miskin, obsesi hidupnya sama, duit. Bedanya yang kaya bisa semakin kemaruk, yang miskin cuma bisa ndlongop.

Setidaknya obsesi kekayaan ini telah merusak akal sehat umat Islam. Buktinya gampang, kalau umat Islam mau bikin masjid, pasti obsesinya bikin masjid mewah. Lalu galang bantuan sebanyak mungkin, termasuk kalau ada koruptor bantu akan dipuji-puji. Ga peduli urusan duitnya halal atau haram. Apalagi sekarang muncul banyak fatwa-fatwa praktis masuk syurga, sebagaimana praktisnya nyebut orang lain sebagai kafir. Karena yang penting bangunannya megah dan mewah.

Jika titik nadir kerusakan ini tercapai, siapa yang nggak ketipu ketika Om Dajjal datang. Yang ndlongop-ndlongop pengin sugih, yang udah shalat dan sedekah nggak kaya-kaya, ditawari jadi pengikutnya dan dapat emas perak berlimpah, siapa yang nggak tertarik. Makanya Nabi berpesan untuk segera lari ke gunung sejauh-jauhnya agar tidak termakan fitnah tersebut. Ya piye arep iso nentang, wong ngomong mbedani we bakale dibully kok. Sekarang jadi inventor-inventor yang bisa melawan raksasanya zionis aja dikempesin habis gitu og.

Problemnya sebenarnya bukan soal pengin dapat duitnya. Tetapi hilangnya keyakinan bahwa rezeki itu pemberian Allah, sehingga kita itu tinggal fokus berkarya dan berkarya. Nah sekarang kan nggak gitu. Kalau Cak Nun guyonane jero tenan. Manusia sekarang itu kebanyakan ga mau kerja. Maunya cari duit. Kerja hanya akibat dari upaya nyari duit, makanya hanya menggugurkan kewajiban. Jika ada kesempatan dapat duit dari kerja yang enteng, pasti diembat. Kalau ada kesempatan nyuri, pasti diambil. Nah keimanan bab rezeki telah hilang. Lalau apa kita pantas bilang umat terbaik akhir zaman? Mbahmu.

Demikian dagelan akhir zaman yang didesain oleh doktor bidang penipuan (kata Syaikh Imran Hussein). Bagi yang suka berarab-arab ria, nanti tulisan kafara nggak kelihatan kok, karena duit dan kesenangan sudah bikin lupa. Apalagi sekarang Arab = Islam. Bwahahaha

Juwiring, 26 Januari 2016

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.