Ketika mendalami sains, sampailah aku pada kesimpulan betapa relatifnya sains yang selama ini disebut ilmu pasti. Yang ilmu pasti itu matematika, itu pun beberapa permasalahan matematika masih belum terpecahkan.

Dalam fisika, alam semesta ini saja penuh kejutan. Jarak terpendek dan jarak terjauh saja tidak pasti, tergantung pada perkembangan metodologi risetnya dan kecanggihan alat yang digunakan. Yang menarik adalah kisah penentuan satuan panjang standar, 1 meter. Jika dahulu acuannya adalah benda-benda, akhirnya setelah diketahui ada cahaya yang panjang gelombang dan frekuensinya stabil maka dijadikan standar.

Matematika memang ilmu pasti. Tetapi ilmu-ilmu lain yang menggunakan matematika, bangunan rumusnya ditentukan oleh asumsi dasar para perumusnya. Artinya matematika hanya menjadi alat, tergantung asumsi dasar ilmuwan yang merumuskannya. Mengapa ada teori yang belum terbantahkan? Karena ketika diuji dengan berbagai macam metode hasilnya masih seperti ketika pertama kali diasaskan.

Jika suatu saat ditemukan perbedaan? Maka akan ada riset-riset lanjutan. Selanjutnya kepentingan ekonomi dan politik yang bermain. Ada riset yang tetap dibuka di publik sehingga perkembangan ilmu diketahui publik dengan terang. Ada juga yang tetap disembunyikan dan publik dibiarkan percaya saja pada aneka ilusi yang terlanjur mengakar. Dan bukankah pelajaran-pelajaran di sekolah saat ini sudah begitu rumitnya, sehingga jika ada siswa yang pemikirannya nyeleneh justru akan dikucilkan. Padahal barangkali sang siswa ini adalah orang yang menggunakan nalarnya dengan baik.

Tapi mungkin karena guru pun sudah sangat pusing dengan urusan administrasi sementara gajinya sedikit, harus berpikir tambahan penghasilan dari luar, guru menjadi mudah marah jika ada siswa yang aneh-aneh. Siswa juga sudah dikejar-kejar target nilai oleh orang tua yang tidak mengerti hakikat pendidikan yang sesungguhnya, akhirnya semua proses belajar semacam ini hanya menjadi basa-basi. Tidak pernah ada pengkajian ilmu, yang ada cuma transfer dan penghafalan saja.

Juwiring, 24 Agustus 2016

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.