Saya tidak percaya bahwa Zionis Israel tidak mampu membungihanguskan Palestina, wong mereka mengontrol pemerintahan dan ekonomi dunia saja mampu kok. Mereka hanya menunggu sampai waktu yang tepat, dengan membodohkan dulu masyarakat dunia dengan hoax, fiksi, dan rangkaian sabotase informasi melalui jaringan media yang tersebar di seluruh dunia hingga sampai pada puncak opini menjadi kebenaran umum bahwa mereka sah melancarkan perang untuk membantai bangsa Arab dan kaummuslimin. Tentu saja sekutu-sekutunya akan turun tangan lebih gencar. Wong sekarang saja, pasukan zionis (NATO) sudah mengobrak-abrik kayak gitu og. Makanya dalam hadits akhir zaman, pembebas Yerusalem bukanlah bangsa Arab (wong mereka akan dibasmi), tapi bangsa berbendera hitam dari timur.

Makanya pembebasan Yerusalem adalah proyek besar umat Islam jangka panjang, sebagaimana Imam al Ghazali dan para ulama semasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melahirkan panglima sekelas Shalahuddin al Ayyubi. Shalahuddin sendiri butuh waktu bertahun-tahun mempertaruhkan kekuasannya untuk mempersatukan Mesir dan seluruh Syam agar menjadi gelombang besar menyerbu Yerusalem dan mempertahankannya. Di masanya, yang namanya penguasa biasanya kaya, tapi Shalahuddin rela hidup dalam kemiskinan demi proyek besarnya ini. Padahal wilayah kekuasaannya jauh lebih besar dari khalifah Islam di Baghdad. Apalagi di masa ini, di mana dunia Islam dihancurleburkan dengan imperialisme, kolonialisme, liberalisme, sekularisme, dan semua isme yang berakar pada materialisme, mosok secepat kamu ngoweh memperbaikinya. Butuh waktu lama, kita harus bermujahadah, berjihad, dan berijtihad.

Lalu apa proyek Ramadhan kita untuk melawan zionisme? Masih mau ribut soal warung buka di bulan Ramadhan? Soal kuminis? Soal Wayan Mirna? Duh mas, keburu tambah bodoh masyarakat kita diterjang hoax dan pembodohan yang masif. Cerdaskan umat Islam dengan pendidikan yang komprehensif. Aja muk diajak gelut bab fekih karo menu buka puasa wae to. Perang itu puncak dari strategi perlawanan. Wong konsepe we ra duwe, kok arep nggabrus perang neng medan laga, we dipenuhi kebanggaan diri berasa mujahidin Badr dan Uhud. Hiyuuuhhhhhhh GR-nya keterlaluan. Sungguh menggelikan.

Ngawen, 12 Juni 2016

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.