Guyonan soal riba itu menarik. Perbankan Syariah dikiranya bebas riba, apa iya? Hahaha. Wong sistem ekonomi globalnya sekarang itu riba kaffah. Wong status uang kertas itu sendiri bermasalah kok. Mbok jangan gitu lah.

Saya tidak sedang bermaksud mengecilkan peran bank Syariah dalam ekonomi Islam lho, wong saya juga memakai jasanya. Dan tidak dapat dipungkiri kehadirannya memberi nafas baru bagi umat Islam. Tapi jangan lantas bilang transaksi di bank syariah itu lantas bebas riba. Nanti dulu dong.

Bank syariah dirancang memang untuk mengurangi dampak buruk riba yang udah mendunia ini. Salah satu kebijakan positif bank syariah itu adalah memutar uang yang masuk ke mereka ke sektor ekonomi riil (katanya begitu), misal buat modal UMKM atau talangan biaya-biaya yang jelas rimbanya. Tidak main forex trading atau masuk ke pasar gelap judi seperti bank konvensional.

Namun demikian, yang jelas selama kita nyimpan di tempat orang (nggak tau duitnya buat apa, dan tidak dilapori secara rinci) tiba-tiba akhir bulan dikasih bonus, walau dengan istilah Arab sekalipun, ya namanya kan tetap …… Hehehe, lanjutin sendiri.

Kalau mau benar-benar syariah, ya modal kasih orang, kita bikin perjanjian, untung dan rugi tanggung bareng. Lalu uangnya diputar buat bisnis yang kita tahu jelas bisnisnya buat apa, dapat untung, kita dapat bagian, kalau rugi ya apa boleh buat. Kalau di bank, sekalipun syariah, tahu po uangmu diputar di mana?

Pada kasus yang lain, kalau hutangnya buat kebutuhan hidup, ya jika ingin benar-benar sesuai syariah ya balikinnya sama dengan pas pinjam dulu, tanpa ada tambahan. Bila perlu yang berhutang semacam ini dapat jatah zakat, sehingga nyicil pengembaliannya tidak terlalu berat.

Makanya saya sendiri makai jasa bank ya cuma buat nitip uang. Soalnya kalau disimpan wutuhan di dompet jadinya boros dan kadang kurang praktis kalau bertransaksi. Kalau transaksi di toko pakai kartu kan lebih praktis, dan konon kata sebagian orang bisa bikin kere(n). Semoga bonusnya selalu kalah dengan biaya administrasi bulannya, sehingga saldo saya minus dan tidak riweh bikin pembukuan kelebihan uang itu. Hahaha

Soal riba itu sangat jelas kok dalam al Quran. Jadi kita banyak istighfar saja lah di era sekarang. Karena keluar dari jeratnya itu mendekati mustahil. Maka sing penting kita bisa bikin Allah terharu, semoga keharuan-Nya menjadi pengampunan besar buat kita semua. Gimana caranya? Urip sing jujur, prasaja, lan ra usah kakehan tingkah.

Juwiring, 12 Mei 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.