{"id":7422,"date":"2014-02-13T21:46:42","date_gmt":"2014-02-13T14:46:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/?p=7422"},"modified":"2014-02-13T21:46:42","modified_gmt":"2014-02-13T14:46:42","slug":"tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi","title":{"rendered":"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"line-height: 1.5em\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong.png?ssl=1\"><img data-recalc-dims=\"1\" height=\"300\" width=\"300\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-medium wp-image-9102\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong-185x300.png?fit=300%2C300&#038;ssl=1\" alt=\"Tong_Kosong\" \/><\/a>Guru jurnalistik, Pak <\/span><a style=\"line-height: 1.5em\" href=\"http:\/\/www.yusufmaulana.com\/\" target=\"_blank\"><strong>Yusuf Maulana<\/strong><\/a><span style=\"line-height: 1.5em\"> yang telah menjadi inspirasiku dalam membangkitkan semangat menulis akhirnya meluncurkan buku pertamanya. Beliau yang sudah hampir satu dasawarsa menekuni dunia tulis menulis itu akhirnya merilis buku pertamanya. Dalam statusnya di Facebook beliau menjadikan buku itu sebagai hadiah untuk puteri pertamanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengapa baru buku pertamanya? Bukan karena beliau tidak produktif. Kurang produktif apa coba jika puluhan tulisannya bahkan pernah membanjiri kolom opini surat kabar nasional. Ini karena pilihan beliau untuk menjadi sosok tersembunyi di balik kesuksesan tulisan seseorang yang menjadi sebuah buku. Beliau menjadi seorang editor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Aku masih ingat bagaimana idealisnya beliau tatkala menjalani profesi sebagai editor. Beliau tidak tertarik untuk menjadi editor penulis-penulis yang hanya mengejar popularitas. Bagi beliau, pekerjaan editor adalah soal penting yang membuat sebuah ide cemerlang itu terbahasakan secara tepat dalam buku. Jangan dikira bahwa buku yang bagus itu semata-mata karena kemampuan penulisnya, bahkan tak jarang bahwa para editor-lah yang sangat berjasa membuat buku yang memang ide dasarnya bagus tapi masih mosak-masik itu menjadi tertata rapi dan dapat dinikmati para pembaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menjadi editor ternyata membuat beliau mengumpulkan banyak catatan kaki yang terserak. Beliau juga pernah berbagi bagaimana penulis-penulis yang memang sejak awal mencari rupiah dari tulisannya. Tidak salah sih. Tetapi untuk sebuah buku inspiratif, beliau sudah menyingkir untuk menjadi editornya. Beliau hanya mau menjadi editor untuk buku-buku motivasi inspiratif yang penulisnya adalah pelaku sejati dari apa yang dituliskannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari perjalanan panjang beliau ini, beliau akhirnya mengoleksi banyak kisah. Baik dari cerita para penulis yang dieditorinya, kisah-kisah perjalanan yang ditemuinya, hingga beberapa catatan yang beliau peroleh sepanjang karier beliau. Beliau unik menurutku, karena mengemas berbagai ironi yang aneh dan akut dari negeri kita, dijadikan tulisan inspiratif yang tidak hanya menyadarkan akan keterbelakangan pola pikir kita tetapi juga menjadi nasihat agar kita segera berbenah dan bangkit. Judul buku yang berisi kumpulan ironi inspiratif ini pun nyentrik \u201cTong Kosong Indonesia Bunyinya\u201d, jauh berani dan menyalahi peribahasa yang sudah terlalu mainstream.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Buku ini tidak terlalu tebal, dan dalam sekali jalsah (duduk) insya Allah selesai dibaca. Menarik sekali artikel-artikelnya, dan semoga bisa menjadikan pengingat dari diri kita yang sudah mulai mati rasa. Disindir tidak mempan, dinasihati marah-marah. Tapi apa kita mau Allah langsung turun tangan untuk menyelesaikan kenakalan kita. Naudzubillahi min dzalika.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guru jurnalistik, Pak Yusuf Maulana yang telah menjadi inspirasiku dalam membangkitkan semangat menulis akhirnya meluncurkan buku pertamanya. Beliau yang sudah hampir satu dasawarsa menekuni dunia tulis menulis itu akhirnya merilis buku pertamanya. Dalam statusnya di Facebook beliau menjadikan buku itu sebagai hadiah untuk puteri pertamanya. Mengapa baru buku pertamanya? Bukan karena beliau tidak produktif. Kurang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[73],"tags":[3176,3177,72,1833,3178],"class_list":["post-7422","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-resensi-buku-2","tag-membangun-ironi-inspirasi","tag-realita-indonesia","tag-resensi","tag-resensi-buku","tag-tong-kosong-indonesia-bunyinya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Guru jurnalistik, Pak Yusuf Maulana yang telah menjadi inspirasiku dalam membangkitkan semangat menulis akhirnya meluncurkan buku pertamanya. Beliau yang sudah hampir satu dasawarsa menekuni dunia tulis menulis itu akhirnya merilis buku pertamanya. Dalam statusnya di Facebook beliau menjadikan buku itu sebagai hadiah untuk puteri pertamanya. Mengapa baru buku pertamanya? Bukan karena beliau tidak produktif. Kurang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-02-13T14:46:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong-185x300.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi\",\"datePublished\":\"2014-02-13T14:46:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi\"},\"wordCount\":376,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/v1\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/02\\\/Tong_Kosong-185x300.png\",\"keywords\":[\"membangun ironi - inspirasi\",\"realita indonesia\",\"Resensi\",\"resensi buku\",\"tong kosong indonesia bunyinya\"],\"articleSection\":[\"Resensi Buku\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi\",\"name\":\"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/v1\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/02\\\/Tong_Kosong-185x300.png\",\"datePublished\":\"2014-02-13T14:46:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/v1\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/02\\\/Tong_Kosong-185x300.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/v1\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/02\\\/Tong_Kosong-185x300.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/resensi-buku-2\\\/7422\\\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi - YuliArdika.Com","og_description":"Guru jurnalistik, Pak Yusuf Maulana yang telah menjadi inspirasiku dalam membangkitkan semangat menulis akhirnya meluncurkan buku pertamanya. Beliau yang sudah hampir satu dasawarsa menekuni dunia tulis menulis itu akhirnya merilis buku pertamanya. Dalam statusnya di Facebook beliau menjadikan buku itu sebagai hadiah untuk puteri pertamanya. Mengapa baru buku pertamanya? Bukan karena beliau tidak produktif. Kurang...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika","article_published_time":"2014-02-13T14:46:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong-185x300.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi","datePublished":"2014-02-13T14:46:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi"},"wordCount":376,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong-185x300.png","keywords":["membangun ironi - inspirasi","realita indonesia","Resensi","resensi buku","tong kosong indonesia bunyinya"],"articleSection":["Resensi Buku"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi","name":"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong-185x300.png","datePublished":"2014-02-13T14:46:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#primaryimage","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong-185x300.png","contentUrl":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/Tong_Kosong-185x300.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/resensi-buku-2\/7422\/tong-kosong-indonesia-bunyinya-ketika-ironi-menjadi-kumpulan-inspirasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tong Kosong Indonesia Bunyinya, Ketika Ironi Menjadi Kumpulan Inspirasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"]}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7vwwK-1VI","jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7422"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7422\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}