{"id":7292,"date":"2014-01-18T22:45:33","date_gmt":"2014-01-18T15:45:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/?p=7292"},"modified":"2014-01-18T22:45:33","modified_gmt":"2014-01-18T15:45:33","slug":"pesan-abah-rama-pak-harry","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry","title":{"rendered":"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Ceritanya aku baca postingan Pak Harry lagi, dan ada bahasan yang menarik seperti ini<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\">@abah rama<\/p>\n<p>Yang jelas karena kita tidak \u201cmensyukuri nikmat potensi\u201d (baik individu maupun negara) yang Allah berikan, maka pendidikannya pun bukan berbasis potensi.<\/p>\n<p>Pendidikan kita masih berbentuk pabrik siswa (harus bisa segalanya) bukan taman siswa (dalam taman yang sama tanaman yang berbeda harus diberikan perlakuan yang berbeda).<\/p>\n<p>Kenapa demikian??<\/p>\n<p>Karena kita ingin meniru Orang lain \/ Negara lain.<br \/>\nPadahal setiap Negara memiliki potensi yang tidak bisa ditiru oleh negara lain.<\/p>\n<p>Abah mengutip tulisan dari beberapa pakar Human Development:<\/p>\n<p>\u201cAlthough studies have shown that real change can result from training, most of the time the change doesn\u2019t seem to be sustained, which is why it is often called the honeymoon effect. Considering that more than 60 billion dollars spent in North America alone on training (2001), this is a sobering observation.\u201d<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa perubahan nyata didapat dari hasil dari pelatihan, sebagian besar waktu ternyata perubahan tampaknya tidak bisa berlangsung lama, yang mengapa sering disebut efek bulan madu. Menimbang bahwa lebih dari 60 miliar dolar yang dihabiskan di Amerika Utara saja untuk pelatihan (2001), ini adalah pengamatan serius. &#8221;<br \/>\nDaniel Goleman et al (Emotional Intelligence Pakar)<\/p>\n<p>What Americans believe people can change is-in historical perspective- truly astonishing<\/p>\n<p>Apa Amerika percaya orang bisa berubah-yang dalam perspektif sejarah sejarah-adalah sungguh-sungguh menakjubkan<\/p>\n<p>We are told that we can improve ourselves in almost every way<br \/>\nOur children taught<br \/>\n\u2013 To read<br \/>\n\u2013 To be good citizen<br \/>\n\u2013 To be lovingly sexual<br \/>\n\u2013 To exercise<br \/>\n\u2013 To have high self esteem<br \/>\n\u2013 To enjoy literature<br \/>\n\u2013 To be ambitious<br \/>\n\u2013 To obey the lawets<\/p>\n<p>Kita diberitahu bahwa kita dapat meningkatkan diri di hampir di semua jalan<br \/>\nAnak-anak kita diajarkan<br \/>\n&#8211; Untuk membaca<br \/>\n&#8211; Untuk menjadi warga negara yang baik<br \/>\n&#8211; Untuk menjadi penuh cinta<br \/>\n&#8211; Untuk latihan<br \/>\n&#8211; Untuk memiliki harga diri yang tinggi<br \/>\n&#8211; Untuk menikmati sastra<br \/>\n&#8211; Untuk menjadi ambisius<br \/>\n&#8211; Untuk mematuhi lawets<\/p>\n<p>The reality fall short<br \/>\n(namun) Kenyataannya gagal<\/p>\n<p>Martin Seligman, Pakar Psikologi Kognitif Dalam, BehaviorTherapy, Bapak Psikologi Positif<\/p>\n<p>Salam Fokus pada Kekuatan Siasati keterbatasan<br \/>\nAbah Rama<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\">Dan ini dari Pak Harry<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\">Banyak para pendidik yg sulit menerima gagasan &#8220;keberagaman berbasis potensi keunikan&#8221; dalam pendidikan. Potensi yg dimaksud adalah Potensi Keunikan bangsa ini maupun Potensi Keunikan manusianya. Persekolahan (pendidikan) sejatinya berbasis potensi keunikan individu dan bangsa.<\/p>\n<p>Karena idea yg dibangun oleh sistem pendidikan adalah &#8220;&#8230;kita ingin meniru Orang lain \/ Negara lain. Padahal setiap Negara memiliki potensi yang tidak bisa ditiru oleh negara lain.&#8221;\u00a0<\/p>\n<p>Edward de Bono, seorang pakar creative thinking, mengatakan bahwa kompetisi (dikendalikan keinginan menjadi spt orang lain) tidak mengasyikkan krn tdk ada nilai original atau hal baru yg dihasilkan, kecuali memangkas harga dan meminimaliskan layanan. Pada sebuah titik kompetisi akan mematikan semuanya.\u00a0<\/p>\n<p>Edward de Bono mengajukan konsep SUR-PETISI, yaitu bangkit dan berpacu pada potensi keunikan (kekuatan) sendiri. Menciptakan pacuan perlombaan sendiri. Sibuk dikendalikan oleh penciptaan nilai atas potensi keunikan\/kekuatan sendiri, dan tidak disibukkan dan dikendalikan orang lain.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/harry.hasan.santosa\/posts\/10202852490823441\" target=\"_blank\"><strong>Facebook<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ceritanya aku baca postingan Pak Harry lagi, dan ada bahasan yang menarik seperti ini @abah rama Yang jelas karena kita tidak \u201cmensyukuri nikmat potensi\u201d (baik individu maupun negara) yang Allah berikan, maka pendidikannya pun bukan berbasis potensi. Pendidikan kita masih berbentuk pabrik siswa (harus bisa segalanya) bukan taman siswa (dalam taman yang sama tanaman yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[4,3115,2856,2929,2797],"class_list":["post-7292","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pendidikan-2","tag-edukasi","tag-masalah-pendidikan-indonesia","tag-nasib-pendidikan-indonesia","tag-pendidikan-kita","tag-realita-pendidikan-indonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ceritanya aku baca postingan Pak Harry lagi, dan ada bahasan yang menarik seperti ini @abah rama Yang jelas karena kita tidak \u201cmensyukuri nikmat potensi\u201d (baik individu maupun negara) yang Allah berikan, maka pendidikannya pun bukan berbasis potensi. Pendidikan kita masih berbentuk pabrik siswa (harus bisa segalanya) bukan taman siswa (dalam taman yang sama tanaman yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-01-18T15:45:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry\",\"datePublished\":\"2014-01-18T15:45:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry\"},\"wordCount\":488,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Edukasi\",\"masalah pendidikan indonesia\",\"nasib pendidikan indonesia\",\"pendidikan kita\",\"realita pendidikan indonesia\"],\"articleSection\":[\"Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry\",\"name\":\"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2014-01-18T15:45:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/pendidikan-2\\\/7292\\\/pesan-abah-rama-pak-harry#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry - YuliArdika.Com","og_description":"Ceritanya aku baca postingan Pak Harry lagi, dan ada bahasan yang menarik seperti ini @abah rama Yang jelas karena kita tidak \u201cmensyukuri nikmat potensi\u201d (baik individu maupun negara) yang Allah berikan, maka pendidikannya pun bukan berbasis potensi. Pendidikan kita masih berbentuk pabrik siswa (harus bisa segalanya) bukan taman siswa (dalam taman yang sama tanaman yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika","article_published_time":"2014-01-18T15:45:33+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry","datePublished":"2014-01-18T15:45:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry"},"wordCount":488,"commentCount":0,"keywords":["Edukasi","masalah pendidikan indonesia","nasib pendidikan indonesia","pendidikan kita","realita pendidikan indonesia"],"articleSection":["Pendidikan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry","name":"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website"},"datePublished":"2014-01-18T15:45:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/pendidikan-2\/7292\/pesan-abah-rama-pak-harry#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pesan Abah Rama &amp; Pak Harry"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7292"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7292\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}