{"id":6787,"date":"2013-11-09T15:42:34","date_gmt":"2013-11-09T08:42:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/?p=6787"},"modified":"2013-11-09T15:42:34","modified_gmt":"2013-11-09T08:42:34","slug":"ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1","title":{"rendered":"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Salah satu ujian orang-orang yang berorganisasi, bergabung di pergerakan, dan sejenisnya adalah menjaga rasa kepercayaan. Percaya pada teman itu adalah hal yang gampang-gampang susah. Terlebih ketika ilmu masih dangkal dan ketidakpahaman pada konteks, maka seringkali kita mulai curiga dan kehilangan rasa percaya, bahkan itu terhadap teman kita. Why? Saya sendiri juga pernah merasakan demikian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengapa kaum muslimin saat ini masih tercerai berai dengan berbagai kondisinya seperti sekarang? Kalau aku boleh berpendapat, salah satu faktornya adalah krisis kepercayaan yang kita miliki kepada saudara-saudara kita yang lain. Apakah sesederhana itu? Tidak juga. Hanya saja itu menurutku sebagai salah satu faktor pembuka berbagai masalah yang lain. Karena prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena prasangka, terkadang kita lebih sibuk untuk memperbincangkan sisi keburukan saudara kita ketimbang mengambil inspirasi yang baik dari saudara-saudara kita. Bukankah setiap manusia itu pasti bisa berbuat salah, kecuali Rasulullah <i>shallallahu alayhi wa sallam<\/i>? Lalu apa masalahnya bagi kita ketika dia berbuat salah. Kalau kita tidak sanggup mengingatkan, toh tidak perlu juga kan kita mencelanya habis-habisan. Kalau pun menceritakan keburukannya, bukankah lebih baik kita gunakan bahasa kiasan dan kita lakukan hanya untuk tujuan ibrah di waktu-waktu yang tepat, bukan menggunjing? Tapi sepertinya hobi melakukan kasak-kusuk sesama saudara kita ini masih menjadi kebiasaan. Pun yang menulis ini juga masih berjuang untuk mengikis sifat buruk yang asyik ini karena lingkungan yang mendukung. Bukankah ada sisi kebaikan orang itu untuk dieksplorasi dalam mengisi diskusi kita ketimbang mengobrolkan kekurangan orang yang tidak perlu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena prasangka, bahkan terkadang kita menjadi lebih curiga terhadap teman sendiri yang sudah diamanahi tugas ketimbang pada pihak-pihak yang jelas di depan mata melakukan berbagai makar untuk memperburuk citra kita. Nafsu untuk selalu berprasangka buruk pada orang akan menumpulkan logika kita untuk berpikir analitis tentang setiap kejadian yang ada di sekeliling kita, karena semua energi kita hanya terfokus untuk mencurigai teman kita sendiri. Tak sia-siakah waktu kita hanya karena sebuah informasi yang tidak ditabayuni tapi segera menyebar efektif dalam ghibah yang dahsyat. Ditambah model komunikasi bangsa timur yang circular ini, kita tidak tertarik untuk klarifikasi ke sumbernya langsung. Bukankah lebih baik jika memang kita tidak tertarik untuk tabayyun, ya cuek dan doakan kebaikan untuk kita semua dan untuk orang yang dijadikan pembicaraan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena prasangka, menjadi orang yang sulit berposisi di tengah lantaran kita mudah terpolarisasi pada keadaan. Dan sejak saat itulah kita tidak akan pernah mendengar informasi pembanding, karena memang kita telah menutup diri. Suatu ketika ada si A yang curhat ke kita tentang si B. Di kesempatan yang lain si B curhat ke kita tentang si A. Sementara publik terpolarisasi untuk mendukung si A dan si B. Padahal ditilik dari informasi yang disampaikan keduanya, masalahnya hanya satu, karena si A dan B tidak pernah bertemu untuk menyelesaikan masalah mereka berdua. Sedangkan si A dan B sebenarnya hanya dua sahabat yang sedang berselisih. Tapi kenapa si A punya pendukung, dan si B punya pendukung. Itu karena tabayyun kepada keduanya tidak dijalankan maksimal, makanya memilih berpihak ke salah satu. Dari itu pentingnya kita menjadi jembatan di tengah. Yang tidak banyak berprasangka macam-macam, dan lebih banyak mendengarkan. Setidaknya melegakan mereka yang sedang mengalami guncangan hati itu. Bukankah orang yang galau itu butuh didengarkan orang lain. Dengarkan, tenangkan, jika ada ide, damaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>bersambung &#8230;.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu ujian orang-orang yang berorganisasi, bergabung di pergerakan, dan sejenisnya adalah menjaga rasa kepercayaan. Percaya pada teman itu adalah hal yang gampang-gampang susah. Terlebih ketika ilmu masih dangkal dan ketidakpahaman pada konteks, maka seringkali kita mulai curiga dan kehilangan rasa percaya, bahkan itu terhadap teman kita. Why? Saya sendiri juga pernah merasakan demikian. Mengapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[43],"tags":[2889,27,2890,2891,2892,2893],"class_list":["post-6787","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dakwah-islam-2","tag-arti-ukhuwah","tag-nasihat","tag-prasangka-baik","tag-prasangka-buruk","tag-rasa-percaya","tag-ukhuwah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1 - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1 - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu ujian orang-orang yang berorganisasi, bergabung di pergerakan, dan sejenisnya adalah menjaga rasa kepercayaan. Percaya pada teman itu adalah hal yang gampang-gampang susah. Terlebih ketika ilmu masih dangkal dan ketidakpahaman pada konteks, maka seringkali kita mulai curiga dan kehilangan rasa percaya, bahkan itu terhadap teman kita. Why? Saya sendiri juga pernah merasakan demikian. Mengapa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-11-09T08:42:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1\",\"datePublished\":\"2013-11-09T08:42:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1\"},\"wordCount\":532,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"arti ukhuwah\",\"Nasihat\",\"prasangka baik\",\"prasangka buruk\",\"rasa percaya\",\"ukhuwah\"],\"articleSection\":[\"Dakwah Islam\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1\",\"name\":\"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1 - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-11-09T08:42:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/dakwah-islam-2\\\/6787\\\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1 - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1 - YuliArdika.Com","og_description":"Salah satu ujian orang-orang yang berorganisasi, bergabung di pergerakan, dan sejenisnya adalah menjaga rasa kepercayaan. Percaya pada teman itu adalah hal yang gampang-gampang susah. Terlebih ketika ilmu masih dangkal dan ketidakpahaman pada konteks, maka seringkali kita mulai curiga dan kehilangan rasa percaya, bahkan itu terhadap teman kita. Why? Saya sendiri juga pernah merasakan demikian. Mengapa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika","article_published_time":"2013-11-09T08:42:34+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1","datePublished":"2013-11-09T08:42:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1"},"wordCount":532,"commentCount":0,"keywords":["arti ukhuwah","Nasihat","prasangka baik","prasangka buruk","rasa percaya","ukhuwah"],"articleSection":["Dakwah Islam"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1","name":"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1 - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website"},"datePublished":"2013-11-09T08:42:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/dakwah-islam-2\/6787\/ukhuwah-itu-sesuatu-banget-1#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ukhuwah itu Sesuatu Banget #1"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec9fd8542d7ba155d7dc801de74d747e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6787"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6787"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6787\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}