{"id":6737,"date":"2013-11-01T15:52:17","date_gmt":"2013-11-01T08:52:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/?p=6737"},"modified":"2013-11-01T15:52:17","modified_gmt":"2013-11-01T08:52:17","slug":"pengamen-yang-memikatku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku","title":{"rendered":"Pengamen yang Memikatku"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kehabisan tiket kereta api, mahalnya tiket pesawat, dan terlambat datang ke stasiun Lebak Bulus untuk mendapatkan bus yang bisa sampai ke daerahku tentu bukan hal yang enak. Tapi itulah resiko ketika menghadapi kemacetan ibu kota yang sulit diprediksi, terlebih aku hanyalah pelancong yang datang. Dan perjalanan pulang dari Jakarta tadi malam pun adalah pengalaman baru di mana aku mencari bus seadanya di terminal ibukota itu. Dengan harga yang sebenarnya masih cukup tinggi tak membuatku urung, karena rindu yang mendalam terhadap ayah dan ibu di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah mengalami oper bus, seperti yang sudah kami prediksi akhirnya dari bus yang semula masih rada-rada bekas kelas bisnis, akhirnya kami benar-benar menaiki bus kelas ekonomi tulen. Silih berganti pedagang asongan dan pengamen menghibur kami dengan suara dan pinta mereka. Setidaknya bisa berbagi rezeki jika ada pedagang asongan yang menjual pernak-pernik murah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tetapi lain halnya dengan pengamen. Aku termasuk jenis orang yang merasa terganggu sekali dengan pengamen. Apalagi jika suara dan garapan musiknya aneh. Apalagi jika bukan pengamen, tetapi orang yang minta-minta dengan atas nama amal dan pesantren. Menjijikkan sekali hal itu, merendahkan umat Islam sekali. Tapi apa gunanya mengumpat, karena itu semua adalah bentuk kreativitas yang kebablasan di negeri yang serba mudah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akhirnya sampailah pada seorang pengamen gondrong bak preman seram yang menyanyikan lagu-lagunya Iwan Fals. Lebih dari empat lagu dia dendangkan sepanjang perjalanan untuk menghibur kami. Baru kali ini aku mendapati pengamen yang menyanyikan dengan jelas lagu-lagu yang berkualitas. Salah satu lagunya yang mengantarkan ingatanku ke kerusakan hutan Kalimantan adalah berikut ini. Simak ya.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Raung buldozer gemuruh pohon tumbang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berpadu dengan jerit isi rimba raya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tawa kelakar badut-badut serakah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tanpa HPH berbuat semaunya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lestarikan alam hanya celoteh belaka<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Oh mengapa&#8230;..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Oh&#8230;oh&#8230;ooooo&#8230;&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jelas kami kecewa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menatap rimba yang dulu perkasa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kini tinggal cerita<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pengantar lelap si buyung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bencana erosi selalu datang menghantui<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tanah kering kerontang banjir datang itu pasti<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lestarikan hutan hanya celoteh belaka<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu saja<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Oh&#8230;oh&#8230;ooooo&#8230;&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jelas kami kecewa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mendengar gergaji tak pernah berhenti<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demi kantong pribadi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tak ingat rejeki generasi nanti<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini lagunya<\/p>\n[youtube https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=R8aXY9BFIZs]\n<p style=\"text-align: justify\">Perjalanan Jakarta \u2013 Jogja pun selesai sudah. Berlanjut ke Gunungkidul dan akhirnya sampailah aku di tanah kelahiranku, di kaki gunung tempat Pangeran Samber Nyawa pernah bertahan dari gempuran Belanda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehabisan tiket kereta api, mahalnya tiket pesawat, dan terlambat datang ke stasiun Lebak Bulus untuk mendapatkan bus yang bisa sampai ke daerahku tentu bukan hal yang enak. Tapi itulah resiko ketika menghadapi kemacetan ibu kota yang sulit diprediksi, terlebih aku hanyalah pelancong yang datang. Dan perjalanan pulang dari Jakarta tadi malam pun adalah pengalaman baru&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[91,2864,2687,2865,125,2866,2867,797,2868],"class_list":["post-6737","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-refleksi","tag-indonesia","tag-io-mania","tag-iwan-fals","tag-iwan-fals-fans-club","tag-lagu-puisi","tag-lagu-lagu-iwan-fals","tag-lirik-lagu-iwan-fals","tag-pengalaman-spesial","tag-pengamen-jalanan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengamen yang Memikatku - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengamen yang Memikatku - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kehabisan tiket kereta api, mahalnya tiket pesawat, dan terlambat datang ke stasiun Lebak Bulus untuk mendapatkan bus yang bisa sampai ke daerahku tentu bukan hal yang enak. Tapi itulah resiko ketika menghadapi kemacetan ibu kota yang sulit diprediksi, terlebih aku hanyalah pelancong yang datang. Dan perjalanan pulang dari Jakarta tadi malam pun adalah pengalaman baru...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-11-01T08:52:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Pengamen yang Memikatku\",\"datePublished\":\"2013-11-01T08:52:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku\"},\"wordCount\":409,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Indonesia\",\"io mania\",\"iwan fals\",\"iwan fals fans club\",\"Lagu &amp; Puisi\",\"lagu-lagu iwan fals\",\"lirik lagu iwan fals\",\"Pengalaman Spesial\",\"pengamen jalanan\"],\"articleSection\":[\"Refleksi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku\",\"name\":\"Pengamen yang Memikatku - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-11-01T08:52:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/6737\\\/pengamen-yang-memikatku#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengamen yang Memikatku\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengamen yang Memikatku - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengamen yang Memikatku - YuliArdika.Com","og_description":"Kehabisan tiket kereta api, mahalnya tiket pesawat, dan terlambat datang ke stasiun Lebak Bulus untuk mendapatkan bus yang bisa sampai ke daerahku tentu bukan hal yang enak. Tapi itulah resiko ketika menghadapi kemacetan ibu kota yang sulit diprediksi, terlebih aku hanyalah pelancong yang datang. Dan perjalanan pulang dari Jakarta tadi malam pun adalah pengalaman baru...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika","article_published_time":"2013-11-01T08:52:17+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Pengamen yang Memikatku","datePublished":"2013-11-01T08:52:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku"},"wordCount":409,"commentCount":0,"keywords":["Indonesia","io mania","iwan fals","iwan fals fans club","Lagu &amp; Puisi","lagu-lagu iwan fals","lirik lagu iwan fals","Pengalaman Spesial","pengamen jalanan"],"articleSection":["Refleksi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku","name":"Pengamen yang Memikatku - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website"},"datePublished":"2013-11-01T08:52:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/6737\/pengamen-yang-memikatku#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengamen yang Memikatku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"]}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7vwwK-1KF","jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6737"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6737\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}