{"id":6682,"date":"2013-10-28T21:34:07","date_gmt":"2013-10-28T14:34:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/?p=6682"},"modified":"2013-10-28T21:34:07","modified_gmt":"2013-10-28T14:34:07","slug":"menggapai-kedamaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian","title":{"rendered":"Menggapai Kedamaian"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Sahabat, aku terkadang mempertanyakan hakikat kedamaian. Apa sesungguhnya kedamaian itu? Apakah ketiadaan perang. Apakah ketika semua materi tercukupi. Apakah setelah semua orang menikmati kebebasannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ah sepertinya tidak sesederhana itu juga. Bukankah pembebasan suatu wilayah yang tertindas itu terkadang membutuhkan perang. Bukankah saat materi berlimpah terkadang orang-orang lupa bersyukur sehingga justru timbul kejenuhan hidup. Bukankah ketika orang menikmati kebebasannya maka timbullah perilaku yang aneh-aneh dan rusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Maka cukuplah ketika merasa bebas, lalu berbuat maksiat, maka kedamaian itu menghilang. Maka ketika kita masih terus mengulang kesalahan, sesungguhnya kita kehilangan hati yang damai. Dan kegalauan yang sesungguhnya adalah ketika kita kehilangan kedamaian hati. Kedaiaman yang dianugerahkan Allah sebagai akibat dari ingatan kita yang senantiasa ditujukan pada-Nya, dalam cinta, dalam harap, dalam takut, dan dalam perasaan selalu diperhatikan-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tiba-tiba aku teringat dengan satu syair yang pernah disenandungkan oleh Brothers yang masih aku ingat dan sesekali aku mainkan dengan piano ketika di basecamp PINTU.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kedamaian<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Damaikan perasaan lupakan segala kedukaan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Leraikan sengketa yang melanda di antara kita oohh&#8230;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Usahlah dikenang segala kedukaan lama<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Biarkan ianya terlerai dari hati mu oh teman<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Jangan diulang kesilapan lama<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Bersama kita pastikannya<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kerana orang beriman tidak melakukan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kesilapan berulang kali<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Lihatlah hari esok<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Yang bakal kita hadapi bersama<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Semoga ia menjanjikan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Ketenangan yang kita cari<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Ku tahu kita merindukan,<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Ku tahu kita mengidamkan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Ketenangan dan kedamaian<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n[youtube https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=WzWBDCFxiOE]\n<p style=\"text-align: justify\">Hemm, semoga rasa galau pagi ini dapat terobati. Entah mengapa, hal-hal yang tidak sempurna dari diri lebih sering disesali saja ketimbang diperbaiki. Lebih sering diulangi ketimbang diperbaiki. Tetapi setidaknya karunia-Nya berupa hati yang mengerti dan sadar diri masih menjadi hal yang selalu terucap dalam doa dari lisan yang bodoh ini. Semoga semakin hari semakin membaik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sahabat, aku terkadang mempertanyakan hakikat kedamaian. Apa sesungguhnya kedamaian itu? Apakah ketiadaan perang. Apakah ketika semua materi tercukupi. Apakah setelah semua orang menikmati kebebasannya. Ah sepertinya tidak sesederhana itu juga. Bukankah pembebasan suatu wilayah yang tertindas itu terkadang membutuhkan perang. Bukankah saat materi berlimpah terkadang orang-orang lupa bersyukur sehingga justru timbul kejenuhan hidup. Bukankah ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1165],"tags":[1938,125,2841,2842,2843,27],"class_list":["post-6682","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-seni","tag-kedamaian","tag-lagu-puisi","tag-lagu-brothers","tag-lagu-kemanusiaan-brothers","tag-lirik-kedamaian-brothers","tag-nasihat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menggapai Kedamaian - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menggapai Kedamaian - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sahabat, aku terkadang mempertanyakan hakikat kedamaian. Apa sesungguhnya kedamaian itu? Apakah ketiadaan perang. Apakah ketika semua materi tercukupi. Apakah setelah semua orang menikmati kebebasannya. Ah sepertinya tidak sesederhana itu juga. Bukankah pembebasan suatu wilayah yang tertindas itu terkadang membutuhkan perang. Bukankah saat materi berlimpah terkadang orang-orang lupa bersyukur sehingga justru timbul kejenuhan hidup. Bukankah ketika [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-10-28T14:34:07+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Menggapai Kedamaian\",\"datePublished\":\"2013-10-28T14:34:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian\"},\"wordCount\":282,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"kedamaian\",\"Lagu &amp; Puisi\",\"lagu brothers\",\"lagu kemanusiaan brothers\",\"lirik kedamaian brothers\",\"Nasihat\"],\"articleSection\":[\"Seni\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian\",\"name\":\"Menggapai Kedamaian - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-10-28T14:34:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/seni\\\/6682\\\/menggapai-kedamaian#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menggapai Kedamaian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menggapai Kedamaian - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menggapai Kedamaian - YuliArdika.Com","og_description":"Sahabat, aku terkadang mempertanyakan hakikat kedamaian. Apa sesungguhnya kedamaian itu? Apakah ketiadaan perang. Apakah ketika semua materi tercukupi. Apakah setelah semua orang menikmati kebebasannya. Ah sepertinya tidak sesederhana itu juga. Bukankah pembebasan suatu wilayah yang tertindas itu terkadang membutuhkan perang. Bukankah saat materi berlimpah terkadang orang-orang lupa bersyukur sehingga justru timbul kejenuhan hidup. Bukankah ketika [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika","article_published_time":"2013-10-28T14:34:07+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Menggapai Kedamaian","datePublished":"2013-10-28T14:34:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian"},"wordCount":282,"commentCount":0,"keywords":["kedamaian","Lagu &amp; Puisi","lagu brothers","lagu kemanusiaan brothers","lirik kedamaian brothers","Nasihat"],"articleSection":["Seni"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian","name":"Menggapai Kedamaian - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website"},"datePublished":"2013-10-28T14:34:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/seni\/6682\/menggapai-kedamaian#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menggapai Kedamaian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"]}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7vwwK-1JM","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6682"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6682\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}