{"id":2877,"date":"2013-01-13T23:51:53","date_gmt":"2013-01-13T16:51:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/?p=2877"},"modified":"2013-01-13T23:51:53","modified_gmt":"2013-01-13T16:51:53","slug":"melangkah-ke-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan","title":{"rendered":"Melangkah ke Depan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><i>Beranilah bermimpi besar, karena masa depan itu hanya akan menjadi milik orang-orang yang bermimpi besar<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akhirnya selesai juga rangkaian psikotes dan wawancara beasiswa aktivis nusantara Dompet Dhuafa untuk mengawali program tahun kedua ini. Sebagai PJ tempat, maka memilih antrian wawancara paling akhir adalah hal yang tidak perlu kupertimbangkan lagi. Dan alhamdulillah, ja, 22.30 WIB interviewku selesai meski katanya aku paling singkat dibandingkan yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hari ini tadi sejak jam 8 pagi kami para penerima Bakti Nusa dari UNS dan UGM sudah stand by di ruang sidang besar kemahasiswaan UNS untuk mengikuti serangkaian \u201cujian\u201d dari psikolog DD, ibu Yeti, dan penanggung jawab beasiswa program Bakti Nusa, mas Edi. Dari mulai mengisi berbagai instrumen yang banyak, sampai ada yang sangat membosankan hingga akhirnya kami diwawancarai satu per satu selama hampir satu jam untuk tiap orang. Apa sih yang menarik di sini? Simak baik-baik liputannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kegiatan ini bisa dikatakan sebagai fasilitas penting yang disediakan oleh tim Bakti Nusa untuk kami para penerima beasiswa agar dapat memetakan karir pasca kampus serta selalu memegang teguh komitmen sebagai aktivis yang idealis, namun tetap realistis. Value tentang <i>trustworthy, model, professional, inovation, <\/i>dan <i>brotherhood<\/i>, adalah tawaran yang ditawarkan untuk kami pahami dan kami internalisasikan di kehidupan kami selanjutnya. Dan jarang sekali lho, ada beasiswa yang sampai memberikan pendampingan seperti ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nah, pada tahun pertama kemarin kami banyak dilatih melalui training dan choaching. Maka pada tahun kedua ini, kamilah yang harus menentukan perencanaan hidup sendiri dan memaparkannya kepada manajemen beasiswa ini untuk nantinya mendapatkan berbagai dukungan dalam mewujudkan visi hidup kami. Maka disinilah arti penting menata hidup itu sendiri. Merencanakan hidup itu berarti sudah menunjukkan adanya kesiapan untuk mengemban amanah, meskipun kita harus yakin bahwa skenario yang Allah takdirkan untuk kita, pasti lebih baik dari apa yang kita rencanakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Alhamdulillah, akhir tahun kemarin Allah memberi hadiah (sekaligus ujian) dengan adanya kejutan kecil untuk bisa ke Jerman. Bagiku itu tidak termasuk dalam perencanaanku di waktu dekat ini. Dan sepertinya aku harus mengedit perencanaan hidupku selanjutnya gara-gara efek kepergian ini. Sehingga ketika sesi wawancara yang berkaitan dengan perencanaan hidup selanjutnya tadi, aku menyampaikan beberapa perubahan dan sekaligus mengklarifikasi beberapa mimpiku yang tidak tercapai di tahun 2012 kemarin. Aku berharap orang-orang yang mendengarkan paparanku tadi berdoa untuk kebaikanku, dan aku berharap Allah mengabulkan berbagai impianku yang \u201cbaik dalam pandangan-Nya\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sahabat, ternyata hidup dengan sebuah mimpi dan perencanaan itu akan membuat kita punya gairah untuk terus bekerja keras. Aku merasa beruntung menjadi salah satu yang terpilih untuk menerima manfaat beasiswa ini. Sejak 3 tahun kuliah di kampus, aku hampir putus asa dalam jebakan idealismeku yang tidak terakomodasi oleh sebuah dukungan dan wawasan yang lebih luas agar aku dapat terus bertahan dalam idealisme itu. Di sini aku mendapatkan kawan baru yang berbeda hingga membuatku mengerti bahwa perbedaan itu aset untuk dikelola agar menghasilkan sesuatu yang lebih produktif. Di sini aku bertemu dengan orang-orang yang dapat menghidupkan potensiku yang lama terkubur oleh kebingungan. Dan di sini, aku dapat menatap masa depanku dengan lebih terang. Dan aku merasa yakin untuk melangkah di masa depan. Meraih mimpi yang paling tinggi, syurga abadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Allah, terima kasih atas hikmah yang Kau berikan ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beranilah bermimpi besar, karena masa depan itu hanya akan menjadi milik orang-orang yang bermimpi besar Akhirnya selesai juga rangkaian psikotes dan wawancara beasiswa aktivis nusantara Dompet Dhuafa untuk mengawali program tahun kedua ini. Sebagai PJ tempat, maka memilih antrian wawancara paling akhir adalah hal yang tidak perlu kupertimbangkan lagi. Dan alhamdulillah, ja, 22.30 WIB interviewku&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[103,302,1791,303,304,329,1792,293,1451],"class_list":["post-2877","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-refleksi","tag-aktivis","tag-bakti-nusa","tag-beasiswa-aktivis-nusantara","tag-beastudi-indonesia","tag-dompet-dhuafa","tag-impian","tag-perencanaan-hidup","tag-tokoh","tag-training-value"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Melangkah ke Depan - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Melangkah ke Depan - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beranilah bermimpi besar, karena masa depan itu hanya akan menjadi milik orang-orang yang bermimpi besar Akhirnya selesai juga rangkaian psikotes dan wawancara beasiswa aktivis nusantara Dompet Dhuafa untuk mengawali program tahun kedua ini. Sebagai PJ tempat, maka memilih antrian wawancara paling akhir adalah hal yang tidak perlu kupertimbangkan lagi. Dan alhamdulillah, ja, 22.30 WIB interviewku...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-01-13T16:51:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Melangkah ke Depan\",\"datePublished\":\"2013-01-13T16:51:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan\"},\"wordCount\":513,\"commentCount\":2,\"keywords\":[\"Aktivis\",\"bakti nusa\",\"beasiswa aktivis nusantara\",\"beastudi indonesia\",\"dompet dhuafa\",\"Impian\",\"perencanaan hidup\",\"Tokoh\",\"training value\"],\"articleSection\":[\"Refleksi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan\",\"name\":\"Melangkah ke Depan - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-01-13T16:51:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/refleksi\\\/2877\\\/melangkah-ke-depan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Melangkah ke Depan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Melangkah ke Depan - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Melangkah ke Depan - YuliArdika.Com","og_description":"Beranilah bermimpi besar, karena masa depan itu hanya akan menjadi milik orang-orang yang bermimpi besar Akhirnya selesai juga rangkaian psikotes dan wawancara beasiswa aktivis nusantara Dompet Dhuafa untuk mengawali program tahun kedua ini. Sebagai PJ tempat, maka memilih antrian wawancara paling akhir adalah hal yang tidak perlu kupertimbangkan lagi. Dan alhamdulillah, ja, 22.30 WIB interviewku...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika","article_published_time":"2013-01-13T16:51:53+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Melangkah ke Depan","datePublished":"2013-01-13T16:51:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan"},"wordCount":513,"commentCount":2,"keywords":["Aktivis","bakti nusa","beasiswa aktivis nusantara","beastudi indonesia","dompet dhuafa","Impian","perencanaan hidup","Tokoh","training value"],"articleSection":["Refleksi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan","name":"Melangkah ke Depan - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website"},"datePublished":"2013-01-13T16:51:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/refleksi\/2877\/melangkah-ke-depan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Melangkah ke Depan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"]}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7vwwK-Kp","jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2877\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}