{"id":1545,"date":"2012-11-10T23:19:24","date_gmt":"2012-11-10T16:19:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v1\/?p=1545"},"modified":"2012-11-10T23:19:24","modified_gmt":"2012-11-10T16:19:24","slug":"sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan","title":{"rendered":"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan"},"content":{"rendered":"<p>Ketika sang fajar terbit<\/p>\n<p>Teranglah bumi ini perlahan<\/p>\n<p>Gelap pun memudar dan merekahlah harapan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semua itu pernah ada di sini<\/p>\n<p>Di negeri ini<\/p>\n<p>Yang katanya hijau permai laksana zamrud katulistiwa<\/p>\n<p>Yang katanya indah laksana ratna mutu manikam<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pernah bertahta<\/p>\n<p>Raja sejarah nan indah<\/p>\n<p>Balaputradewa bersama Sriwijaya-nya yang perkasa<\/p>\n<p>Gadjah Mada bersama Tan Amukti Palapa-nya hingga mewujud Nusantara<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian dinasti Islam<\/p>\n<p>Pasai, Demak, Makassar, Ternate-Tidore<\/p>\n<p>Semua gigih memegang kehormatan<\/p>\n<p>Menorehkan tinta emas di atas batu sejarah<\/p>\n<p>Mempertaruhkan darah untuk menjaga maruah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berlanjut hingga berkobar perang sabil Diponegoro<\/p>\n<p>Menyusul perang sabil Paderi di tanah seberang<\/p>\n<p>Menyusul pergolakan panjang di bumi Aceh<\/p>\n<p>Dan hampir semua tempat di Nusantara<\/p>\n<p>Semua berjuang untuk sebuah kemerdekaan<\/p>\n<p>Kemerdekaan sejati yang terpatri di hati<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hingga akhirnya sang pengkhianat muncul<\/p>\n<p>Menghasut dan mencerai-beraikan<\/p>\n<p>Hingga Marsose muncul dan membunuhi anak negeri sendiri<\/p>\n<p>Pembantaian berdarah yang tak pernah terlupakan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Segala puji bagi Allah<\/p>\n<p>Yang masih berkehendak agar negeri ini damai<\/p>\n<p>Muncullah para pemuda pilihan<\/p>\n<p>Bak satria piningit<\/p>\n<p>Sutomo, Cokroaminoto, Ahmad Dahlan, Hasyim Asyari<\/p>\n<p>Menyusul Soekarno, Hatta, Syahrir, Suwardi Suryaningrat dan masih banyak lagi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Merekalah para pemuda pilihan untuk bangsa ini<\/p>\n<p>Pergerakan nasional tak terelakkan<\/p>\n<p>Sumpah pemuda berkumandang<\/p>\n<p>Tekad baja, bukanlah isapan jempol belaka<\/p>\n<p>Karena itulah janji pemuda untuk ibu pertiwi<\/p>\n<p>Meskipun Jepang sempat singgah sebentar<\/p>\n<p>Janji kemerdekaan itu tetap sampai pada waktunya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekali merdeka tetap merdeka<\/p>\n<p>Meski dihantam badai, tetaplah diredah<\/p>\n<p>Beribu jasad bergururan dalam kesyahidan<\/p>\n<p>Dalam pekik takbir bung Tomo<\/p>\n<p>Dalam rihlah panjang panglima besar Sudirman<\/p>\n<p>Dalam kesatuan rakyat semesta<\/p>\n<p>Allah masih menjaga kemerdekaan itu untuk kita<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hingga tibalah waktunya ketika ambisi kekuasaan melingkupi<\/p>\n<p>Baku hantam saudara sendiri tak terelakkan<\/p>\n<p>Persaingan tetap persaingan<\/p>\n<p>Tak kenal kompromi untuk sebuah idealisme<\/p>\n<p>Indahnya itu di masa dulu, masa para pemimpin kita masih negarawan<\/p>\n<p>Mereka tak santai di kursi parlemen, melainkan tak lelah beradu argumen<\/p>\n<p>Meski berbeda pandang mereka berjuang tetap untuk bangsa<\/p>\n<p>Yang kuingat, pesan Bung Karno agar kita berdikari<\/p>\n<p>Yang kuingat, pesan Bung Hatta tentang ekonomi kerakyatan<\/p>\n<p>Yang kuingat, pesan Buya Natsir agar syariat ditegakkan<\/p>\n<p>Yang kuingat, jauhkan Indonesia dari kolonialisme dan neoliberalisme<\/p>\n<p>Itulah bunga rampai pesan indah mereka untuk negeri ini<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun apa yang kudapati hari ini<\/p>\n<p>Pengkhianatan demi pengkhianatan atas darah para pahlawan itu<\/p>\n<p>Kisah Indonesia selesai dalam tiga hari<\/p>\n<p>Habis di bagi rata dalam kavling ekonomi<\/p>\n<p>Untuk tuan-tuan di negeri asing yang pernah menjajah negeri ini<\/p>\n<p>Bodoh atau sakit jiwakah para pejabat di Jakarta itu<\/p>\n<p>Bahkan berbaik hati untuk mereka yang telah melukai sejarah bangsa<\/p>\n<p>Berpuluh bahkan beratus tahun<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang di senayan, siapa negarawan yang masih tersisa<\/p>\n<p>Bukan lagi debat ideologis yang bergema di sana<\/p>\n<p>Tetapi dengkur menjijikkan lagi menyakitkan hati para rakyat jelata<\/p>\n<p>Dan dibalik ruang-ruang kecil di sana<\/p>\n<p>Berbisik berbagai transaksi kotor untuk sebuah perampokan besar<\/p>\n<p>Perampokan negara yang dilegalisasi dalam kerangka kapitalisme<\/p>\n<p>Ya, kapitalisme hari ini yang halus dan perlahan mencekik<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hari ini generasi muda pun semakin tak jelas<\/p>\n<p>Narkoba, foya-foya, musik gila dan semua yang serba gaya<\/p>\n<p>Rusak sudah, tinggal sepucuk jari yang tersisa<\/p>\n<p>Itu pun laksana di ujung senapan para sniper yang telah menarik picu<\/p>\n<p>Mereka yang sedikit itu berjuang untuk idealismenya<\/p>\n<p>Di tengah pragmatisme dan politisasi pemikiran<\/p>\n<p>Bahkan ditengah komersialisasi agama untuk sebuah kekuasaan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dimana jiwa Soekarno yang gagah itu<\/p>\n<p>Dimana jiwa Hatta yang sangat sayang kepada rakyat itu<\/p>\n<p>Dimana jiwa Sudirman yang sangat taat dan patriot itu<\/p>\n<p>Dimana jiwa Natsir yang sangat setia dan sederhana itu<\/p>\n<p>Dimana jiwa Hamka yang sangat lembut dan memesona itu<\/p>\n<p>Dimana jiwa-jiwa negarawan itu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Haruskah digantikan jiwa-jiwa yang gila pencitraan<\/p>\n<p>Haruskah digantikan jiwa-jiwa yang penuh kejumudan<\/p>\n<p>Haruskan digantikan jiwa-jiwa yang diliputi kerakusan<\/p>\n<p>Tamak harta, tamak kekuasaan, dengan menjual harga diri bangsa<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rakyat hari ini hanya butuh pahlawan<\/p>\n<p>Yang mau berbagi untuk menjadi solusi kemiskinan harta mereka<\/p>\n<p>Yang mau menggandeng tangan dan mengayakan pikiran mereka<\/p>\n<p>Yang mau turun sejajar mereka berjalan di bawah terik kesusahan bangsa<\/p>\n<p>Merekalah negarawan sejati yang tidak terkotak-kotakkan politik busuk<\/p>\n<p>Yaitu politik golongan yang pragmatis dalam kepentingan sempit<\/p>\n<p>Yang dibalut kebodohan pikir dan sedikitnya wawasan pengalaman<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rakyat butuh pemimpin yang gagah seperti khalifah Ali<\/p>\n<p>Yang tak mau korupsi meski sang adik berhajat besar sedang ia punya kuasa harta<\/p>\n<p>Rakyat butuh pemimpin yang tegas seperti khalifah Umar<\/p>\n<p>Yang tegas memecat Khalid demi kelurusan tujuan dakwah Islam<\/p>\n<p>Rayat butuh pemimpin yang pengayom seperti generasi khalifah Umar<\/p>\n<p>Yang berhasil memakmurkan masyarakatnya hingga tidak ada lagi mustahik<\/p>\n<p>Rakyat butuh pemimpin solutif, bukan pemberi harapan palsu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hari ini, pemuda seperti kita masih dinantikan<\/p>\n<p>Ibu pertiwi telah melambaikan tangannya<\/p>\n<p>Karena ia tersandra dan hampir dimiliki oleh orang lain<\/p>\n<p>Relakah kita jika ibu pertiwi ini dimiliki orang lain?<\/p>\n<p>Lihatlah dalam-dalam wahai sahabat pemuda<\/p>\n<p>Tidak ada yang lain yang bisa menyelamatkan<\/p>\n<p>Kecuali kita<\/p>\n<p>Kecuali kita<\/p>\n<p>Kecuali kita<\/p>\n<p>Dengan pertolongan Allah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hari ini hari pahlawan<\/p>\n<p>Dan seberapa besar rasa cintamu kepada para pahlawan yang telah gugur itu<\/p>\n<p>Sudahkah kita melunasi janjinya yang belum kesampaian di waktu itu<\/p>\n<p>Atau jangan-jangan kita justru mengkhianatinya<\/p>\n<p>Renungkan<\/p>\n<p>Renungkan<\/p>\n<p>Renungkan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kenanglah mereka dalam setiap perjuangan kita hari ini<\/p>\n<p>Bahwa mereka masih hidup dan seolah berkata<\/p>\n<p>\u201cAnakku, apa yang sudah kau lakukan untuk negeri ini?\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika sang fajar terbit Teranglah bumi ini perlahan Gelap pun memudar dan merekahlah harapan &nbsp; Semua itu pernah ada di sini Di negeri ini Yang katanya hijau permai laksana zamrud katulistiwa Yang katanya indah laksana ratna mutu manikam &nbsp; Pernah bertahta Raja sejarah nan indah Balaputradewa bersama Sriwijaya-nya yang perkasa Gadjah Mada bersama Tan Amukti&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[160],"tags":[1420,1425,791,125,430,1426,214,1427,345],"class_list":["post-1545","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sastra-2","tag-hari-pahlawan","tag-hatta","tag-kilas-sejarah","tag-lagu-puisi","tag-natsir","tag-peringatan-hari-pahlawan","tag-refleksi-2","tag-refleksi-hari-pahlawan","tag-soekarno"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika sang fajar terbit Teranglah bumi ini perlahan Gelap pun memudar dan merekahlah harapan &nbsp; Semua itu pernah ada di sini Di negeri ini Yang katanya hijau permai laksana zamrud katulistiwa Yang katanya indah laksana ratna mutu manikam &nbsp; Pernah bertahta Raja sejarah nan indah Balaputradewa bersama Sriwijaya-nya yang perkasa Gadjah Mada bersama Tan Amukti...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-11-10T16:19:24+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan\",\"datePublished\":\"2012-11-10T16:19:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan\"},\"wordCount\":841,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"hari pahlawan\",\"Hatta\",\"Kilas Sejarah\",\"Lagu &amp; Puisi\",\"natsir\",\"peringatan hari pahlawan\",\"refleksi\",\"refleksi hari pahlawan\",\"Soekarno\"],\"articleSection\":[\"Sastra\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan\",\"name\":\"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2012-11-10T16:19:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/sastra-2\\\/1545\\\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/arsip\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan - YuliArdika.Com","og_description":"Ketika sang fajar terbit Teranglah bumi ini perlahan Gelap pun memudar dan merekahlah harapan &nbsp; Semua itu pernah ada di sini Di negeri ini Yang katanya hijau permai laksana zamrud katulistiwa Yang katanya indah laksana ratna mutu manikam &nbsp; Pernah bertahta Raja sejarah nan indah Balaputradewa bersama Sriwijaya-nya yang perkasa Gadjah Mada bersama Tan Amukti...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/yuliardika","article_published_time":"2012-11-10T16:19:24+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan","datePublished":"2012-11-10T16:19:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan"},"wordCount":841,"commentCount":0,"keywords":["hari pahlawan","Hatta","Kilas Sejarah","Lagu &amp; Puisi","natsir","peringatan hari pahlawan","refleksi","refleksi hari pahlawan","Soekarno"],"articleSection":["Sastra"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan","name":"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website"},"datePublished":"2012-11-10T16:19:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/sastra-2\/1545\/sejenak-mengenang-refleksi-hari-pahlawan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejenak Mengenang : Refleksi Hari Pahlawan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"]}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7vwwK-oV","jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1545"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1545\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}