Menulis itu tidak selalu asyik. Ketika kondisi kejiwaan kita sedang bermasalah, mungkin karena guncangan, atau ketidaktenangan hati lantaran banyak bermaksiat atau mengingat masa-masa lalu yang kelam secara berlebihan akan menimbulkan kondisi mood yang jelek. Bagaiman jika kita berprofesi sebagai penulis? Wah kalo sering bad mood akan jadi masalah dong.

Menjadi content writer sebuah website itu modal utamanya adalah konsistensi untuk menulis. Setiap hari kita harus berpikir untuk menulis berdasarkan kata-kata kunci yang diminta sang webmaster. Hari ini aku merasa sangat bad mood. Hampir 3 jam lamanya aku seperti kebingungan hendak menuliskan apa. Mencari bahan-bahan di sana sini tak kunjung ada pemantik. Kadang malah tidak jelas membuka yang lain-lain.

Padahal biasanya dalam keadaan normal 3-4 tulisan akan selesai maksimal 1,5 jam. Eh yang ini tidak selesai-selesai malahan. Aku beristighfar dengan kondisi yang seperti ini. Karena tidak jarang kondisi-kondisi ini adalah kondisi rawan yang terkadang membuat aktivitas para onliner itu tidak bermanfaat. Yah, apalagi ketika sudah menyentuh si situs biru atau situs merah. Terlebih situs-situs lainnya yang dominan warna-warni dengan kata kunci yang paling di cari di hari ini.

Apakah kita sering merasa bad mood. Semoga tidak. Hidup tidak boleh mengalami bad mood berkepanjangan. Hidup harus terus berjalan dengan kondisi apa pun. Seperti itulah realita hidup kita kemarin, hari ini, dan nanti. Maka sangat tidak elok ketika kita memuji nama Allah ketika banyak rezeki yang datang kepada kita. Namun kita mengumpat-Nya ketika kita berada dalam kondisi yang sangat sulit. Jika menulis saja jangan bad mood, apalagi untuk urusan hidup ini.

Aku mau bilang, mari stay cool aja deh hari ini. Biarin masalah ramai-ramai datang mengerubung kita. Memenuhi telingan dan mata kita, karena hampir tiap hari televisi dan radio kerap berbagi masalah dan berita duka negeri ini kepada kita. Jangan sampai hidup kita bad mood dengan realita, karena kita akan menjadi orang yang putus asa.

4 Comments

    1. Yuli Ardika Prihatama

      Ha ha ha, mau tau aja deh mbak Mulki. Yang biru udah jelas kan ya. Kalo yang merah? sepertinya aku salah nulis, maksudku yang ijo muda itu tuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.