Hari ini seperti biasanya adalah acara pembinaan olimpiade matematika. Berbeda dari biasanya aku menantang adik-adik dengan soal-soal yang biasanya satu dua saja yang berhasil memecahkan, kali ini aku disodori soal dari lomba yang baru saja mereka ikuti. Sambil geleng-geleng kepala, mungkin karena begitu sulitnya soal-soal yang harus mereka kerjakan kemarin, mereka memintaku untuk membahasnya.

Lagi-lagi problematika yang muncul adalah mentalitas siswa dalam menghadapi soal. Soal-soal dalam kompetisi lomba sebenarnya hanya sedikit lebih sulit dari umumnya soal biasa. Ini mungkin jawaban subyektif dari pengalaman pribadi. Tapi terkadang suasana kompetisi yang tidak dihadapi dengan mental yang kuat kerap menjatuhkan dan mengakibatkan berbagai kebuntuan saat memecahkan jawaban.

Maka pembahasan soal hari ini kulakukan dengan membuka kunci-kunci penyelesaiannya agar dapat mereka kembangkan sendiri. Setidaknya bermunculan kata-kata dari mereka, oh ternyata begitu ya. Lalu kutanyai mereka, saat mengerjakan terpikir tidak? Mereka menggeleng. Apa sebegitu pusingnya saat baca soal-soal tersebut? Mereka mengangguk. Kupikir ini bukan hanya seberapa banyak materi yang mereka serap, tetapi seberapa kuat mental mereka sehingga berhasil menghadirkan ketenangan saat mengerjakan soal. Aku percaya, dalam keadaan yang tenang, permasalahan itu dapat dipecahkan dengan baik selagi secara mendasar mereka sudah menguasai materi.

Maka membina untuk sebuah persiapan kompetisi hal yang perlu ditanamkan adalah performa terbaik. Jika itu soal penampilan di panggung, maka aspek-aspek yang menarik perhatian harus dilatihkan tanpa melupakan hal-hal yang pokok dari penampilan tersebut. Dalam perlombaan karya, maka selain karya berfungsi dengan baik, penampilan karya juga menarik perhatian. Dalam mengerjakan soal-soal, maka kreativitas dan ketenangan harus dimunculkan untuk menghasilkan kemampuan analisis yang bagus setelah mereka mempelajari materi banyak di masa-masa latihan.

Selanjutnya, dalam soal menang atau kalah, aku kira sederhana. Jika rival kita memiliki karya atau penampilan yang tidak bagus kualitasnya dari kita maka pasti kita dimenangkan, asal dewan jurinya fair. Maka untuk mengurangi tekanan dalam diri peserta, mari kita tanamkan semangat untuk tampil maksimal bukan untuk tampil juara. Karena dalam peforma terbaik, kesempatan untuk menang terbuka lebih lebar.

Dan kabar gembiranya hari ini, adik-adik yang kemarin mempersiapkan diri untuk lomba karya ilmiah meraih juara pertama. Pesan WhatsApp dari Wakasek Kesiswaan membuat aku menyunggingkan senyum. Alhamdulillah, performa terbaik membuka kesempatan lebih besar untuk tampil sebagai juara. Dan barangkali karya adik-adik memang yang terbaik dari semua peserta yang ikut di lomba tersebut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.