Bekerjalah pada apa yang kamu sukai dan kamu kuasai. Itu pesan yang masih kuingat dari guru fisika SMA ku yang tidak suka mengajar fisika. Loh, iya guru ini sangat pandai fisika tapi tidak terlalu suka mengajar fisika karena beliau tahu tidak semua siswa jurusan IPA itu suka fisika. Aneh memang, tapi ini lebih realistis dari pada menjadi guru yang terlalu formatis. Dan aku suka dengan guru-guru yang aneh seperti ini.

Makanya aku sekarang memilih jurusan pendidikan fisika ketika kuliah, padahal kemampuan kuatku di bidang matematika dan IT, kesukaan bacaanku adalah sejarah, dengan aktivitas yang kusukai adalah seputar pendidikan baik berbagi cerita, ngajar TPA hingga aktivitas-aktivitas sosial yang lain. Tidak nyambung memang, dan ini memang terasa sekali ketika aku sedang jadi mahasiswa semester akhir. Meski IPK hampir cumlaude (beneran), padahal telat dan bolos itu sering mewarnai perjalanan kuliahku, tapi tetap saja fisika itu jadi aneh lama-lama kenapa itu ku pilih. Dan akhirnya sampai sekarang tugas akhirku terbengkalai, khususnya seminar fisikanya. Tapi aku janji kok untuk mengamalkan ilmu yang katanya sulit itu untuk membangun web www.fisika.org ke depan.

Dalam bekerja pun ternyata juga demikian. Aku sekarang lebih khawatir lulus cepat dari pada jadi mahasiswa lama. Mengapa? Ketika lulus maka jika kita tidak segera kerja dengan status kerjaan yang sesuai dengan ijazahnya (terutama pandangan masyarakat daerahku) pasti bakal menjadi sumber pembicaraan yang membuat telinga panas. Padahal ya urusan kerja itu kan suka-suka yang kerja. Tapi ini Indonesia, terlebih Jawa di mana jeneng itu harus dipertanggungjawabkan. Terkadang juga dijadikan ukuran untuk orang tua yang ketika menerima lamaran untuk anak perempuannya.

Alhamdulillah, hari ini aku ditawari kerjaan yang aku suka, santai, dan uangnya lumayan. Kerjaannya juga menantang, karena belum punya pengalaman, sehingga bisa sekalian belajar. Sebelumnya juga ditawari kerja yang lumayan, dan belum pernah ada pengalamannya. Alhamdulillah kerjaan yang pertama juga udah jalan beberapa bulan dan aku sangat menikmatinya. Kini aku masih bisa mempertahankan status sebagai orang yang dicari kerjaan. Dan sepertinya aku perlu juga mencoba tantangan mencari orang yang mau kerja denganku. He he

Kawan, urusan bekerja itu sebenarnya adalah hak kita masing-masing. Mau jadi pekerja tetap atau tetap bekerja juga pilihan masing-masing. Yang penging nikmatilah kerjaan kita. Dan yang lebih penting lagi hasilnya halal dan baik. Itu saja.

4 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.