Tadi malam, aku silaturahim sekaligus mengantar oleh-oleh untuk sang guru tercinta yang menjadi guru hidupku. Siapakah beliau? Siapa lagi kalau bukan Pak Yepe. He he, orang yang selalu mengingatkanku tentang arti idealisme dan pengorbanan.

Malam ini aku mendapatkan kuliah dua SKS tentang visi membangun bangsa. Yah, bermula dari kisah film Habibie dan Ainun, pembicaraan kami berlanjut tentang sebuah asa untuk memiliki karya di masa depan. Tidak hanya sekedar sebuah jalan untuk bertahan hidup saja, tetapi memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi banyak orang nantinya. Seperti sabda Rasulullah, khairunnaasi anfaa’uhum linnaas, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain”.

Berkaitan dengan hal itu, aku lebih banyak diajak berpikir tentang realita hari ini terutama menyikapi berbagai fenomena generasi muda yang makin menghawatirkan (termasuk diriku yang ga segera bisa mandiri secara penuh ini). Pesan-pesan beliau untuk selalu komitmen pada janji dan amanah, khususnya yang berkaitan dengan masalah kaderisasi. Pesan untuk selalu mewariskan kepemimpinan baru, bukan kepengikutan baru. Pesan untuk selalu menjadi supporting sistem agar banyak orang yang mendapatkan manfaat.

Pengalaman hidup beliau yang banyak dan unik itu sangat asyik untuk ku dengarkan malam ini. Hingga tak terasa waktu berlalu sampai menjelang dini hari. Ada sebuah tugas besar yang harus kukerjakan setelah ini. Sebuah tanggung jawab baru untuk menjadikan diriku lebih dewasa dan siap menjawab tantangan hidup di masa selanjutnya. Nuansa ini selalu kutemukan bersama beliau, di dalam realita kehidupan malam Indonesia yang keras. Di tengah realita masyarakat yang majemuk dan penuh dengan persoalan. Wedangan di pinggir jalan menikmati suasana malam Keraton Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.