Pertama kali kemarin sampai di kos (kamar takmir masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq) aku langsung terkejut. Wow, ditinggal sebulan kamarnya jadi kumuh gini. Ga dibersihin, ga dirapiin dan bahkan banyak debu berserakan di kasur. Padahal kamar ini dipakai dua orang. Hadew, temanku nih rajin banget make kamarnya.

Aku kemudian teringat dengan Gastehauss di Campus Freudenberg Bergische Universitat Wuppertal, tentang kenyamanannya, tentang kebersihannya dan tentang sebuah pola hidup yang sangat bagus di sana. Jadilah kali ini aku ingin cerita saja tentang tempat yang sangat berkesan itu.

Dan tetangga-tetangga kami sangat baik. Ada yang sering menanyakan kabar kami, ada yang sering memberi sesuatu. Hemm, aku masih ingat dengan keramahan Prof. Liu Linlin yang mengajak kami diskusi dan ngopi hingga semalaman, juga Wenyeu Dong yang murah senyum, Trabelzi yang misterius tapi sangat baik, Prof. Dr. Solodnikov yang royal tapi suka bercanda. Aku teringat juga ketika malam kedua kami di sana waktu makan malam bersama di apartemen besar (untuk yang putri) kami bercanda terlalu berlebihan hingga kemudian telepon berdering dari Mrs. Grossman (sang pengelola apartemen) meminta kami untuk diam.

Dan sekarang sepertinya sudah menjadi seperti Gastehauss baruku di Indonesia. He he. Kamar kos kotor, ga lagi deh. Terima kasih Jerman, atas inspirasimu. Budayakan hidup bersih.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.