Bagaimana rasanya jika engkau mendengarkan kabar kebaikan dari seseorang? Tentu akan merasa bahagia bukan. Bagaimana rasanya jika kabar itu adalah suatu kebaikan mendasar dalam agama ini? Tentu itu lebih mengharukan dan jauh lebih membahagiakan. Itulah yang kurasakan tadi pagi sewaktu berjumpa dengan temanku yang selama ini diam-diam aku mengaguminya. Dan hari ini aku lebih kagum atas apa yang dia nyatakan. Hemm, sebuah pernyataan yang itu akan menjadi jati diri seseorang yang selalu berpegang pada agamanya.

Ketika Cinta Sejati itu Hadir

Hal pertama yang dia katakan setelah kami saling melepas rindu karena lama tak berjumpa adalah bahwa dia sekarang rindu dan ingin lebih dekat kepada Allah. Tak lama setelah itu dia ungkapkan bagaimana kisah perjalanan cintanya hingga hari ini. Dan seperti biasa, pembicaraan kami menjadi seru, karena kalau sudah berbicara masalah cewek ga ada habisnya. Tetapi pembicaraan hari ini berbeda dari pembicaraan kami biasa-biasanya. Dia ingin melepas segala hal yang telah terjadi sampai hari ini. Dia ingin kembali menjadi lelaki sejati yang merindukan cinta sejati.

Rasanya tidak ada angin dan tidak ada hujan. Semua itu tiba-tiba saja terjadi. Yang aku tahu, Allah selalu punya rahasia atas hamba-hamba-Nya. Ketika Dia berkehendak untuk merubah maka terjadilah perubahan itu. Aku bahkan tidak pernah berpikir sahabatku itu akan berkata demikian pada hari itu. Mengakui bahwa “pacaran” yang dia lakukan selama ini telah menjadikannya lalai. Mengakui bahwa itu bukan hal yang baik dalam kehidupan ini. Mengakui merindukan sosok akhwat yang baik untuk menjadi pendamping hidupnya kelak.

Sambil merasakan nikmat kebahagiaan ini, aku menghela nafas dan berkata kepadanya. “Kawan, aku tidak sanggup berkata apa-apa. Hanya, tingkatkan intensitas ngaji dan mendalami ilmu agama ini, maka harapanmu untuk segera memutusnya akan segera terjadi. Jangan kau biarkan berlarut-larut perasaanmu ini, karena ini adalah pertanda hidayah Allah datang menyapamu. Dan memutuskan hubunganmu yang memang tidak halal ini adalah keharusan. Hanya, aku yakin kamu tahu yang terbaik apa yang seharusnya dapat kamu lakukan”.

Rahasia Hidayah

Demikianlah Allah berkehendak untuk merubah sekeping hati hamba-Nya dari yang dulunya nyaman melakukan perkara yang tidak  diperbolehkan syariat akhirnya bisa mengerti dan menyadari untuk mau berubah. Hari ini mungkin dia belum bisa memutus pacarnya yang masih ingin selalu memegangnya erat. Mungkin berat ya. (Soalnya aku belum pernah punya pengalaman pacaran. Pernah nembak di waktu SMA dulu saja langsung ditolak, karena tidak mengikuti kaidah pacaran yang sesuai kata para ahlul pacaran. Tetapi inilah hikmahnya, aku tidak tertarik menyentuh dunia yang diharamkan itu). Yah, tapi hatiku tetap saja berkata, “Putusin segera kawan, tangis wanita itu tak akan berarti apa-apa. Karena ketegasanmu hari ini adalah dakwahmu yang sesungguhnya.” Semoga kata hatiku ini sampai padanya.

Demikianlah rahasia hidayah yang tidak akan pernah ada satu orang pun mampu mengintervensi kehadirannya, bahkan Rasulullah sekalipun. Hingga beliau harus menahan pilu dan meleleh air matanya tak kala paman beliau tercinta pergi dalam keadaan musyrik. Atau bagaimana pilunya Nabi Nuh ketika anaknya ditelan ombak mengganas karena keras kepala dan tidak mau kembali kepada jalan yang benar. Dan hari ini, aku melihat untuk ke sekian kalinya bahwa perubahan orang-orang yang menjadi baik dan dekat kepada Islam itu adalah mutlak kehendak Allah. Aku yakin bahwa apa yang kita lakukan sejauh ini sebagai upaya dakwah itu sebenarnya tidak begitu signifikan, dan memang itu sebenarnya kembali untuk kita, bukan orang lain. Maka orang lain berubah itu benar-benar anugerah Allah atas sebuah usaha perbaikan diri kita.

Dan bagaimana denganku hari ini. Aku yang sesekali anomali berharap agar anomaliku sembuh dan tidak terjadi lagi. Aku berharap hidayah Allah ini senantiasa kekal dan aku bisa menjaga desah iman yang telah berdesir di dadaku sehingga cahaya hidayah ini makin lama makin terang dan dapat memancar menerangi yang lain. Aku berharap jalan hidup yang indah ini dapat ku tapaki dengan istiqomah.

Wahai yang maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini di atas agama-Mu dan diatas sunnah nabi-Mu

Sahabatku, terima kasih telah memberiku bahagia hari ini. Itu mampu menghapus beberapa kesedihanku diwaktu yang lalu. Engkau membahagiakanku hari ini. Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kebaikan dan segera membenarkan apa yang kau katakan hari ini jika hatimu benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.