Tadi pagi Allah mempertemukanku dengan kesempatan yang baik untuk berbagi kepada mahasiswa baru 2012. Sebagai duta Forum Cendikia Muslim UNS sekaligus ditunjuk untuk memoderatori sesi materi dalam Grand Opening Asistensi Agama Islam. Meskipun tempat dan suasananya tidak kondusif namun Alhamdulillah, teriakan dan semangat adik-adik maru mampu menggemparkan gedung ungu yang telah menjadi saksi orang-orang belajar berpuluh-puluh kali.

Sebuah kehormatan bagiku dapat membawakan sebuah acara yang disitu aku harus berhasil menjelaskan sebuah visi besar tentang pentingnya menjadi intelektual muslim yang setia terhadap agamanya dan senantiasa berupaya untuk kebaikan agamanya. Sebuah tantangan berat bagi para aktivis dakwah kampus untuk mengarahkan dan memobilisasi pemahaman ini agar menjadi satu frame di kalangan mahasiswa baru.

Acara pagi itu menghadirkan dua orang pembicara yang sangat inspiratif. Pertama adalah seorang mawapres yang juga sahabat seperjuanganku dalam berkecimpung di dunia karya dan tulisan. Yang kedua adalah master hipnoterapi yang juga seorang ustadz muda yang sudah banyak makan asam garam dalam dunia pembinaan SDM.

Aku berdecak kagum dengan paparan dan motivasi yang diberikan kawanku yang luar biasa itu. Ternyata banyak hal yang belum aku ketahui darinya selama ini. Banyak kiprah dan peran yang selama ini belum aku ketahui. Jadi malu deh, dan termotivasi untuk berbuat yang lebih banyak. Kemudian dilanjutkan oleh paparan ustad muda tadi. Meski aku lebih memandang bahwa muatannya lebih kayak kuliah psikologi, namun akhirnya ada kesimpulan juga terkait pentingnya AAI bagi adik-adik.

Inilah momentum terbaik untuk meletakkan landasan kepada adik-adik maru agar mau bangkit sejak dini untuk serius kuliah dan berpresatasi, tetapi tidak pernah lupa untuk ngaji dan menjadi aktivis di kampus. Aktivis dalam artian para pelaku organisasi formal maupun aktivis dalam artian para penyokong kebaikan karena figur keteladanan mereka sebagai seorang muslim. Dan kesimpulan yang paling keren adalah teriakan kami kepada adik-adik. TETAP AAI, TETAP NGAJI, DAN BERPRESTASI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.