Mari simak opini2 konyol Amr bin Hisyam (nama panggilan mulia di tengah kaumnya adalah Abul Hakam = bapak pemilik kebijaksanaan), sehingga mengapa kita tahu akhirnya dia digelari oleh kaum muslimin (bukan oleh Rasulullah) sebagai Abu Jahl (bapak biang kebodohan).

Suatu ketika Rasulullah pernah mempertanyakan mengapa Abu Jahl menentang dakwah Rasulullah dan menyebutnya sebagai pendusta, padahal dulu adalah sahabat di masa kecil. Abu Jahl menjawab bahwa dia tidak mendustakan Rasulullah, karena memang sejak awal dikenal sebagai al-Amin, tetapi dia mendustakan Risalah Islam yang dibawa Rasulullah

Sebenarnya beberapa tokoh Quraisy ragu mengapa mereka harus memusuhi Rasulullah, yang tidak pernah berdusta dan risalah yang dibawanya (Quran) adalah perkataan mulia. Abu Jahl mengatakan kepada mereka, “Dulu Bani Hasyim melayani jamaah haji, Bani kita juga bisa. Dulu Bani Hasyim menjadi pembela Mekkah, Bani kita juga bisa …… (banyak dan intinya begitu dalam soal kemuliaan dan pamor). Nah sekarang Bani Hasyim ada yang mengaku Nabi, bagaimana kita bisa menyainginya?”

Suatu ketika Rasulullah menawarkan satu kalimat kepada Abu Jahl yang dengannya dia akan berkuasa atas seluruh orang Arab dan Ajm (non-Arab). Dengan semangatnya Abu Jahl berkata, bahkan jika 10 kalimat pun akan diucapkannya asal mendapatkan kedudukan itu. Rasulullah tuntun untuk bersyahadat, lalu Abu Jahl malah berkata, “Itu kalimat yang dibenci para raja”. Aneh bukan, Abu Jahl menolak Islam karena sangat mengerti esensi kalimat tauhid itu.

Abu Jahl pernah berdoa pada Allah, Ya Allah jika apa yang dibawa Muhammad itu benar, maka hujani saja kami dengan batu dari langit. Lihat, ini doa orang stress bukan, dan menunjukkan bahwa Abu Jahl itu sangat tahu nilai kebenaran Islam tetapi dia sengaja sesat dan menolaknya.

Karena apa, lihat secara lengkap kisah itu, motif persaingan dan ambisi kekuasaan bukan. Nah, sekedar pengingat buat kita, jangan sampai kita menjadi orang yang keras kepala sehingga kita sombong dengan anggapan diri kita sendiri lalu menafikan kebaikan yang sesungguhnya Allah datangkan kepada kita. Rasa sombong, merendahkan orang lain, sampai-sampai menghinakan orang lain dengan sebutan-sebutan buruk cukuplah untuk membuat kita mati hati. Bahkan bila kita tahu ada orang yang salah, maka kita diberi bahasa dan adab untuk mengingatkannya dengan cara terbaik. Bukan peh kowe bener, njet njeplak sak karepmu dewe, ra nggagas atine lara po ora.

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.