Hari ini mirip pekan kemarin, datang ke walimahan. Bedanya kalau pekan kemarin ke negeri ngapak, sekarang ke tanah makam leluhur. Loh, maksudku kali ini aku dan teman-teman IM3 UGM Yogyakarta datang ke Imogiri, di walimahan salah satu sahabat sekaligus kakak bagiku yang telah menjadi salah satu jalan pencerahan bagiku terutama yang selalu mengingatkanku untuk teguh di jalan dakwah ini, beliau adalah mas Rezky Lasekti Wicaksono.

Perkenalanku dulu terjadi ketika beliau KKN PPM di dusunku. Sebagai seorang aktivis yang merakyat beliau telah memberiku contoh bagaimana ta’liful qulub dengan masyarakat sebagai obyek dakwah sehingga hari ini kenangan indah beliau di masyarakat tetap terpatri di hati. Dan hari ini masyarakat Banaran pun juga berduyun-duyun hadir di walimah yang bahagia ini, satu minibus mengangkut bapak kepala dusun, ibu-ibu bahkan para geng muda yang dulu sering main bersama beliau.

Tampak begitu gagah beliau mengenakan busana ada Jogja, dan istrinya mbak Ida yang mengenakan busana pengantin muslimah. Wah, ini pasangan yang serasi. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah ya mas. Doaku untuk mu, semoga Allah senantiasa memberi kekuatan dan keluasan rezeki di kehidupan kalian yang baru. Ini pertanda bahwa engkau mungkin tidak akan sesering dulu berkunjung ke dusun kami untuk memberi pencerahan kepadaku dan masyarakat. Itu berarti tanggung jawab berganti kepada generasi yang pernah kau inspirasi.

Di tengah suasana walimah ini, hujan pun turun mengiringi kebahagiaan mereka. Banyak orang yang mungkin tidak suka, tetapi bagi yang memiliki keimanan, inilah rahmat Allah diturunkan untuk mengiringi hari bahagia. Aku turut larut dalam suasana hangat ini. Menyalami dan memeluk beliau. Berfoto bersama. Dan tentunya makan-makan sampai puas (memang dasar mahasiswa). Aku terharu saat bertemu beliau, karena ini pertemuanku dengan beliau setelah hampir 4 bulan tidak pernah bertemu.

Di akhir walimahan, aku mendapatkan inspirasi sekaligus nasihat berharga dari pernikahan beliau berdua. Biasanya, dalam masyarakat Jawa, para tamu undangan yang hadir mendapatkan titipan ulih-ulih beruma makanan dalam besek atau roti. Tapi kali ini kami mendapatkan benih tanaman yang bisa dipilih mulai dari sirkaya, jambu, anggur, dan berbagai jenis tanaman yang lain. Kalau ide ini muncul aku tidak heran, mengingat beliau adalah mahasiswa jurusan kehutanan. Tetapi melihat nasihat yang tersirat di sana, inilah kenangan yang benar-benar tidak hanya akan dikenang, tetapi kelak akan memberi manfaat jika dijaga dengan baik.

Tanaman itu ketika ditanam di rumah dan nanti menjadi besar maka dia akan menjadi pengingat bahwa ini adalah hadiah dari pernikahan mas Sekti. Dan tanaman ini menjadi inspirasi bahwa pernikahan itu memulai sebuah babak baru kehidupan. Pohon kehidupan yang rindang tetapi juga akan sering diterpa badai. Makin tinggi makin berat ujiannya. Maka perlunya saling menjaga dan menguatkan.

Pertanyaannya? Aku sebaiknya memberikan inspirasi apa ya ketika pernikahanku nanti. Hemm, sambil jalan deh. Insya Allah nanti akan ada ide yang muncul. Yang jelas, hari ini tak cuma kenyang, tapi juga mendapatkan ilmu dan inspirasi baru.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.