Usai sampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, atau yang akrab disebut Soetta kami melanjutkan perjalanan ke sebuah daerah di dekat taman makam pahlawan Kalibata Jakarta. Tepatnya disebuah perumahan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertanian. Di sana kami beristirahat semalam sebelum melanjutkan perjalanan ke negeri seberang yang jauhnya bukan kepalang nantinya.

Di pagi harinya kami berjalan-jalan ke Sunmor dekat taman Kalibata untuk membeli beberapa bekal yang masih kurang agar nanti kami tidak kelabakan selama di Jerman. Ada sarung tangan, kaos kaki dan sebagainya. Kami berharap kami tidak harus mengeluarkan uang banyak lagi untuk memberi berbagai perbekalan di Jerman. Karena di samping mahal, toh juga bisa dibeli di sini dan pesawatnya juga mau mengangkut kok.

Dalam perjalanan itu aku melihat Jakarta telah semakin berubah. Jejak pembangunan yang terjadi kian kentara bagaimana kesenjangan sosial di ibukota ini akan semakin mengkhawatirkan jika para pemimpinnya tidak dapat menyiapkan rencana pembangunan yang memanusiakan para masyarakatnya. Ada bangunan yang terlewat megah, namun di seberangnya terlihat begitu memprihatinkan. Memang itu bukan urusan bagi keduanya karena sama-sama hasil kerja kerasnya. Tetapi ini tidak baik dipandang apalagi dijadikan identitas masyarakat kita.

Aku berharap di negeri yang katanya ekonominya masih paling kuat di Eropa itu dapat belajar bagaimana masyarakatnya hidup dan berperan dalam membangun negaranya. Aku sangat berharap dapat membawa pulang oleh-oleh cerita yang berharga agar Indonesiaku semakin indah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.