Hari yang dinanti itu telah tiba. Sore ini kami telah berjanji untuk berkumpul bersama di airport Adi Sumarmo. Airport kebanggaan kota kami yang dengannya bangunan asli daerah kami dapat terlihat dengan jelas. Aku pun bangga melihat airport-airport di Indonesia hari ini masih mau membuat desain bangunan yang mencerminkan jati diri budaya bangsanya.

Ceritanya temenku terlanjur memesan tiket Garuda Indonesia, wah aku berpikir itu bisa buat PP Solo Jakarta kalau pake Lion Air, tunggangan favoritku. Tapi katanya bisa dapat harga yang lumayan murah. Alhamdulillah. Tidak mengapalah, sesekali perlu naik yang mahal biar bisa ikut merasakan fasilitas yang disediakan pemerintah lewat BUMN. Setelah melalui berbagai tantangan yang ga jelas, mulai dari teman kecil yang hobinya telatan sampai ributnya ibu-ibu temanku dalam mengulang-ulang masalah yang sebenarnya ga penting, akhirnya kami bisa memasuki pesawat dengan selamat.

Perjalanan dimulai dan aku akhirnya menemukan alasan mengapa Garuda Indonesia harganya berlipat dari maskapai yang lain. Pramugarinya? Tak secantik Lion atau Sriwijaya yang kutumpangi, tetapi kualitas pelayanan mereka tak dapat diragukan lagi. Dan tentu saja, mereka mengenakan kebaya yang sangat sopan sebagai pakaian khas negeri kita. Dan yang paling membedakan adalah di sana kami bisa melihat film, mendengarkan mp3 atau tontonan lain yang bermanfaat saat pesawat terbang lewat fasilitas monitor layar sentuh yang ada di depan masing-masing penonton. Termasuk dalam hal ini, peragaan petunjuk naik pesawat dan keselamatan penumpang langsung dipraktekkan lewat video tutorial tanpa harus melalui peragaan langsung para pramugarinya.

Garudaku yang gagah akhirnya sampai di Jakarta. Untuk take off dan landing, tidak banyak berbeda, tetapi nuansa musik dan berbagai aksesoris di sana terus membuatku teringat pada Indonesia. Terutama saat akan mendarat dan terbang, lagu instrumen Tanah Airku dan lagu-lagu daerah lainnya terus menghiasi telingaku dan itulah mengapa Garuda Indonesia harus tetap eksis, karena merekalah yang akan terus membuat kita teringat dan bangga akan negeri kita di saat banyak generasi muda hari ini lelap dalam buaian K-Pop dan berbagai lantunan musik asing yang kadang banyak bertentangan dengan citarasa kebudayaan kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.