“Menulis adalah cara kita berbagi gagasan. Maka jangan pelit untuk sekedar bercerita kepada orang lain tentang apa yang kita pikirkan.” (Bandung Mawardi)

 

Semangat Tinggi

Hemm, sering sekali sih ikut lomba karya tulis, tapi biasanya aku selalu bersama kuartet GJ SIM (siapa itu? Tak perlu tahu lah). Kali ini aku berduet dengan kawanku yang keren, eks komandan KSR PMI UNS 2011. Kebetulan ada informasi lomba karya tulis teknologi di Kabupaten Batang, tempat kelahiran temanku itu.  Tanpa piker panjang kami segera beraksi. Taraaa, karya pun akhirnya jadi dan segera kami kirim ke sana.

Alhamdulillah, dapat panggilan. “Mas, tolong disiapkan presentasinya ya untuk tanggal 31 Mei 2012”. Kami bersemangat merancang presentasi, poster, dan maket karya teknologi kami. Karya kami cukup sederhana, yaitu aplikasi pompa hidram tanpa bahan bakar dan pelumas, untuk mengatasi masalah kesulitan air saat musim kemarau di lahan pertanian desa Ponowareng, kecamatan Tulis, kabupaten Batang.


Kecewa, Tapi Masih Ada Jiwa Besar

Tepat saat kami akan berangkat, kami mengontak kembali panitia. Gubrak. Ada masalah, ga jelas lagi. Waktunya katanya diajukan satu hari jadi tanggal 30 Mei 2012. Panitia professional apa tidak sih, masak sebaiknya tidak usah datang saja. Ditanya alasannya kenapa masih berbelit-belit pula. Akhirnya kami nekat untuk pergi ke Batang, sekalian bersilaturahim ke rumah temanku itu.

Esoknya kami segera ke SMK Kandeman dan meminta konfirmasi ke panitia. Alamak, bener2 lomba yang aneh. Panitia hanya 2 orang, dan mereka sekaligus jadi juri pelaksana. Gila, GJ banget, gak mutu tenan. Salah satu panitia mengatakan, “Mas, yang ikut lomba dari kategori non pelajar cuma satu kelompok mas, jadi lombanya kami tiadakan”. What? Kenapa tidak disampaikan jauh2 hari Pak sebelum kami membuat persiapan tetek bengek begini. Akhirnya kami meminta kepada panitia untuk tetap dapat presentasi. Sampai akhirnya kami bisa presentasi dengan sangat baik dan memuaskan (Jelas dong, kami mahasiswa sendiri, yang lain anak2 SMA/SMK).

Tak mengapa tak menang, tak mengapa juga dianulir. Kami sadar arti pentingnya lapang dada dan jiwa besar di sini. Kami hakikatnya hanya ingin berbagi, bukan mencari uang dan prestasi semata-mata. Lupakan panitia yang GJ itu, bahkan saya tak ingin menyebut penyelenggaranya di sini. Mari kawan, tetaplah berbagi gagasan kita, baik itu dikompetisikan atau pun tidak. Tetap berkarya! Salam Ilmiah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.